Senyum sambil melambaikan tangan kepada warga, menjadi ciri khas Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir setiap melakukan kunjungan ke berbagai pelosok pedesaan.
Meski terkadang harus dibonceng sepeda motor dan menyusuri jalan kampung yang becek, orang nomor satu di Meranti ini tetap selalu ceria dan ramah terhadap warga yang menyapanya. Bahkan, tak jarang Irwan harus turun dari kendaraan yang dinaikinya hanya untuk bersalaman dengan warga.
Saat berkunjung ke Desa Tanjung Katung, Kecamatan Tebing Tinggi Barat Rabu (29/8), Irwan sempat tertegun dan mengerenyitkan dahinya saat berbincang dengan Kepala Desa Tanjung Katung Mahmud, SE dan warga setempat. Anggota DPRD Edi Mashudi hanya terpaku mengikuti ekspresi bupati yang larut dalam perbincangan dengan masyarakat desa Tanjung Katung.
“Pembangunan Jalan Poros Tanjung Katung akan menjadi prioritas pada APBD 2013 mendatang. Kita segera perintahkan Kadis PU untuk menyusun alokasi anggaran pembangunan jalan poros ini, sepanjang 3 kilo meter. Pak Camat dan Anggota DPRD Pak Edi Mashudi tolong ingatkan dan kawal pembangunan jalan poros ini. Kasihan masyarakat sudah terlalu lama menunggu realisasi pembangunan jalan poros ini” tegas Bupati Irwan menanggapi keluhan Kades Mahmud dan sejumlah tokoh masyarakat desa Tanjung Katung.
Dihadapan warga, Irwan menegaskan, Pemerintah Kabupaten Meranti komit menjadikan pembangunan infrastruktur dasar sebagai program prioritas utama dalam lima tahu pertama pasca pemekaran. Apalagi, lebih dari 85 persen jalan-jalan di pedesaan kondisinya sangat buruk, bahkan banyak desa yang belum terkoneksi dengan pusat kota kecamatan, termasuk desa Tanjung Katung yang baru mekar ini.
Sebagai salah satu desa yang terisolir dan punya potensi yang bagus, sangat wajar kalau masyarakat berharap agar akses jalan poros Tanjung Katung dibangun permanen, disemenisasi. Untuk itu, tidak ada alasan bagi Pemkab Meranti dan DPRD untuk tidak mengakomodir harapan dan keinginan masyarakat.
“Bayangkan, sudah puluhan tahun warga berharap dan mendambakan jalan ini dibangun pemerintah. Untuk itu, tidak ada alasan untuk menunda pembangunan jalan ini di tahun 2013. Akhir tahun 2013, saya berharap masyarakat sudah dapat menikmati hasil pembangunan jalan poros Tanjung Katung ini. Soal berapa alokasi anggarann yang dibutuhkan, tidak ada persoalan Dinas PU yang akan menyusun porsi anggarannya” beber Bupati.
Dengan dibangunnya jalan poros ini lanjut, Bupati, tidak hanya akan membuka akses keterisoliran Desa Tanjung Katung dengan pusat kota Kecamatan Alai. Masyarakat akan dengan mudah dan cepat untuk mendapatkan akses pelayanan public, yang memang menjadi amanat dan cita-cita pemekaran Kabupaten Kepulauan Meranti dari Bengkalis.
Dampak lainnya, dengan akses jalan yang lancer tentunya akan turut mendongkrat struktur pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Untuk itu, mari kita bangun kebersamaan dan jaga stabilitas keamanan
dan keutuhan serta kekompakan. Ini merupakan salah satu aspek yang menjadi pendukung lainnya untuk menggesa percepatan pembangunan di Meranti” tandas bupati.
Dukung Komitmen Pemkab
Anggota DPRD Meranti Edi Mashudi kepada wartawan mengatakan, dewan tetap mendukung penuh komiten Pemkab Meranti untuk segera merealisasikan pembangunan jalan poros Tanjung Katung. Selama ini warga sudah puluhan tahun menunggu pembangunan jalan poros ini, tapi tak terwujud. Dengan turunnya Bupati ke desa ini, harapan masyarakat untuk segera menikmati jalan poros yang mulus dan resprentatif akan segera terwujud.
“Kalau dulu keinginan agar jalan ini diaspal, barangkali seperti sebuah mimpi. Tapi, hari ini dengan komitmen Pak Bupati harapan yang selama ini hanya mimpi, mimpi itu akan jadi kenyataan di tahun 2013. Warga hanya tinggal menghitung hari, semoga ini benar-benar menjadi kenyataan dan kalau sampai gagal kasihan masyarakat” ungkap Edi Mashudi.
Kepala Desa Pemekaran Tanjung Katung, Mahmud, SE atas nama masyarakat berharap agar Pemkab benar-benar komit untuk merealisasikan pembangunan jalan poros Tanjung Katung ini. Bila terealisasi, ini akan menjadi hadiah yang sangat berharga bagi masyarakat setelah 3 tahun Meranti mekar dari Bengkalis.
“Kami harap mimpi kami ini jadi kenyataan dan tak menjadi mimpi yang pulang, berkepanjangan. Kasihan masyarakat sudah terlalu lama berharap dan bermimpi untuk menikmati jalan poros yang beraspal, bayangkan saja negeri ini sudah 67 tahun merdeka”ungkap Kades Mahmud (ruslan)
- Jeritan Hati Sudarso, Korban Kebakaran Rumah Liar
- Gema Takbir Mengiringi Kepergian Ramadhan
- TKI dari Malaysia Mulai Padati Batam
- Dapur 12 Kini Hanya Trayek Bimbar
- Tradisi Bubur Asyura di Tanjung Uma
- Pengemis Kian Marak di Batam
- Cara Turunkan Kolesterol saat Puasa
- Memetik Berkah Dibalik Ramadhan
- Risiko Serangan Jantung Menurun di Bulan Puasa
- Yang Tersisa Cuma Baju di Badan