BATAM (HK)- Dalam dua bulan terkhir, para oknum pelansir BBM jenis Solar bersubsidi begitu merajalela di Kota Batam. Setiap hari nyaris terlihat pemandangan kendaraan pelansir dari berbagai merek mobil dengan leluasa menguras Solar di sejumlah SPBU di Batam.
Akibatnya, empat jam paling lama, Solar yang semula penuh di bunker SPBU tersebut sudah berpindah ke tangki-tangki mobil oknum pelansir BBM tanpa ada yang bisa mencegahnya.
Kemudian, mobil-mobil pelansir tersebut menuangkan kembali minyak Solar yang sudah dibeli dengan harga subsidi ke tangki-tangki ilegal para toke penampung Solar yang marak saat ini.
"Kalau saya tidak ikut antre, tentunya tidak akan kebagian Solar. Akibatnya, tidak bisa menambang untuk mencari setoran dan uang belanja rumah. Sementara, mereka melakukan antre hingga berkali-kali untuk menguras BBM di SPBU. Ini sungguh sangat ironis. Dimana penegak hukum di Kota Batam saat ini," ujar Jeki, supir kendaraan umum yang sedang mengantre di SPBU Sukajadi kepada Haluan Kepri, Rabu (13/9).
Jeki mengungkapkan, hampir setiap hari ia mengamati pemandangan para oknum pelansir BBM Solar menguras isi tangki SPBU Sukajadi tersebut.
Anehnya, pihak SPBU sendiri malah santai dan cuek melihat pemandangan yang mencurigakan itu. Jeki menduga memang benar kalau para oknum pelansir BBM Solar ada bermain dengan para petugas SPBU.
Dijelaskan, mobil yang ikut antre untuk mendapatkan Solar tersebut tangki minyak sudah dimodifikasi. Bahkan satu mobil terkadang sampai lima kali antre di SPBU.
"Agar tidak menjadi perhatian pengendara lain, supir mobil yang tangkinya sudah dimodifikasi ini langsung ke luar ke areal SPBU setelah menyedot Solar yang tidak tahu kemana arahnya. Namun 30 menit kemudian, mobil tersebut muncul kembali dan ikut antre bersama kendaraan lain untuk mengisi Solar di SPBU yang sama," ungkap Jeki.
Kecurigaan lain juga diamati Zul, salah seorang pegawai Pemerintah Kota Batam. Menurutnya, setelah lama diamati, aksi tersebut tidak hanya dilakukan satu mobil, namun ada tujuh unit mobil melakukan hal serupa.
"Saya perkirakan ada tujuh mobil yang ke luar masuk dalam waktu tidak begitu lama untuk mengisi Solar di dalam aeral SPBU Sukajadi itu," kata Zul.
Sementara itu, dari beberapa orang supir mobil yang berulang kali ikut antre di SPBU mengaku, kalau mereka hanya diperintahkan atasannya. Celakanya lagi, dari pengakuan mereka membenarkan kalau tangki mobil yang digunakan sudah dimodifikasi dengan kapasitas isi menjadi satu ton.
"Kami di sini hanya kerja. Untuk membeli Solar di SPBU sudah ditentukan oleh bos. Setiap satu SPBU kami isi hingga satu ton. Agar tidak dicurigai pengendara lain, kami memilih berulang kali ikut antrean,” ujar seorang supir pelansir Solar.
Pemandangan yang sama juga terjadi SPBU Mukakuning Paradise, SPBU Genta Tiga dan Simpang Bascamp Batuaji. Bahkan, antrean mobil untuk mengisi Solar sampai 'mengular' sehingga menimbulkan kemacetan di jalan raya.
Antrean panjang kendaraan yang mengisi Solar di sejumlah SPBU tersebut bahkan mencapai 150 meter. Lantaran SPBU baru mendapatkan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari PT Pertamina Batam.
"Dalam 10 menit, SPBU langsung dipadati kendaraan roda empat. Dalam antrean panjang itu beberapa mobil pelansir Solar yang sudah dimodifikasi langsung ikutan antre. Ironisnya, setelah mengisi Solar ke tangki dalam tangki yang berkapasitas 1 ton, selanjutnya dijual kembali ke industri tanpa mengantongi izin dari Disperidag Batam," kata sopir Bimbar, Rabu (13/9).
Sementara itu, beberapa petugas SPBU saat ditanya Haluan Kepri mengaku hanya menjalankan pekerjaan.
Tidak ada henti-hentinya dan tidak pandang bulu, para oknum pelansir Solar untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di setiap stasiun SPBU. Mereka melakukan aksi kuras tangki di setiap SPBU tanpa ragu-ragu, dan baru berhenti kalau bunker di SPBU tersebut sudah kosong.
Selang empat jam kemudian, SPBU samping Top 100 Tembesi, SPBU simpang Basecamp, SPBU Genta Tiga, SPBU Mukakuning Paradise dan SPBU Tanjunguncang tampak lengang. Karena stok Solar habis dikuras para pelansir.
Dari ke lima SPBU tersebut hanya tinggal melayani pompa pengisian Premium dan Pertamax. Kemudian di depan pompa BBM Solar hanya tersisa tulisan "Maaf solar habis".(cw41)