Tuesday, Oct 02nd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Simulasi Puting Beliung di Bengkong Sadai

Simulasi Puting Beliung di Bengkong Sadai

Dua Meninggal, Delapan Kritis, 35 Terluka

BENGKONG (HK)- Sebanyak 60 orang tim Kampung Siaga Bencana (KSB), 70 orang anggota Taruna Tanggap Bencana Alam (Tagana), Tim Tanggap Darurat Dinas Sosial serta anggota SAR terus memberikan pertolongan berupa pengobatan yang bagi korban puting beliung.

Sementara tim yang lain juga disibukkan dengan mendirikan dapur umum serta melakukan evakuasi semua korban yang tertimpa bencana tersebut dengan mengantar korban ke rumah sakit terdekat.

Tidak hanya itu, angin puting beliung juga meluluh lantakkan 60 unit rumah warga, dengan dua orang meninggal, delapan kritis dan 35 orang luka-luka ringan.

Demikian adegan Simulasi menghadapi peristiwa angin puting beliung yang digelar tim Kampung Siaga Bencana (KSB), anggota Taruna Tanggap Bencana Alam (Tagana), Tim Tanggap Darurat Dinas Sosial serta anggota SAR, yang melanda Bengkong Sadai, Jumat(28/9) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Kepri, Drs Edi Rofiano yang turut hadir dalam adegan Simulasi puting beliung tersebut mengatakan, ini merupakan suatu kegiatan tanggap darurat musibah bencana alam dari tim KSB warga Kelurahan Bengkong Laut.

Kegiatan ini merupakan program Dinsos Kepri untuk melakukan pelatihan kepada masyarakat dalam menghadapi musibah bencana alam yang terjadi dengan tiba-tiba.

"Kami telah memberikan pelatihan tanggap darurat bencana alam terhadap 60 orang anggota KSB Kelurahan Bengkong Laut selama dua hari. Jadi pada hari ke tiga ini, merupakan kegiatan simulasi sebagai uji praktek lapangan bagi KSB dalam menghadapi musibah yang datang dengan tiba-tiba di lingkungan masyarakat," ungkap Edi.

Tujuan pembentukan KSB, kata Edi, merupakan model pendekatan dalam penanganan dan penanggulangan bencana yang berbasiskan masyarakat untuk merobah pola pikir dan pola tindakan dalam penanggulangan bencana alam.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kepri, R H Efendi menambahkan, KSB Bengkong merupakan pembentukan KSB tahap ketiga. Sebelumnya Dinsos Kepri juga telah membentuk KSB di Tanjungugat Tanjungpinang dan di Teluk Bakau di Kabupaten Bintan.

"Keanggotaannya kita rekrut dari masyarakat dan untuk masyarakat. Baik itu dari unsur Ketua RT, RW, pemuda maupun ibu-ibu PKK dan majelis taklim. Tujuan pelatihan KSB ini, supaya masyarakat lebih mengerti tindakan apa yang akan diambil dan dilakukan dalam menghadapi bencana alam. Tetutama bencana puting beliung yang sering terjadi di wilayah Bengkong ini," kata Efendi.

Dinsos Kepri melalui pengusulan ke Dinsos Kementrian Pusat akan memberikan bantuan dana Rp200 juta pertahun. Sehingga bisa mendukung semua kegiatan KSB yang berhubungan dengan penanggulangan bencana alam.

Staf Ditjen Dinas Kementrian Sosial Pusat, HS Hiayat mengatakan, kegiatan KSB ini merupakan program unggulan dari Kementrian Dinsos Pusat. Tujuannya untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap musibah bencana alam yang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja.

"Banyak masyarakat yang menjadi korban bencana alam, lantaran ketidak tahuannya serta kurangnya wawasan masyarakat dalam menghadapi musibah bencana alam. Selama ini mereka selalu menunggu tim dari kabupaten maupun provinsi untuk melakukan langkah penyelamatan. Sehingga, korban bertambah banyak karena tidak ada yang bisa melakukan langkah antisipasi atau tanggap darurat bencana," ucap Hidayat.

Dengan memberikan pelatihan, pengetahuan serta bantuan, masyarakat bisa melakukan langkah antisipasi dan evakuasi terhadap dirinya sendiri maupun masyarakat yang membutuhkan pertolongan. Sehingga, bisa mengurangi jumlah korban yang berjatuhan serta mengerti akan tanggap darurat bencana.

Ketua Kampung Siaga Bencana Bengkong Laut, Rio Indramadi, di posko pengaduan bencana alam memaparkan kegiatan simulasi bencana angin puting beliung tersebut seolah-olah datang dengan tiba-tiba. Masyarakat tidak dapat berbuat banyak untuk menyalamatkan diri.

"Dalam simulasi itu, kami tetap melakukan upaya penyelamatan pertolongan dan melakukan evakuasi semua masyarakat yang menjadi korban musibah ini. Kagiatan seperti ini perlu dijadikan perhatian agar masyarakat bisa mendapatkan pertolongan tanggap bencana alam sedini mungkin," ujar Rio.(cw41)