Pekerjaan mendulang timah sudah dilakukan warga sejak zaman Belanda. Meski sudah berlangsung lama, namun cara yang mereka lakukan masih tradisonal yakni dengan menggunakan wajan penggoreng atau kuali.
" Pekerjaan mencari timah sudah ada sejak dahulu. Bedanya dulu harganya tidak seberapa sesuai kondisi saat itu. Tapi sekarang harga timah sudah lumayan mahal makanya banyak warga yang beralih profesi menjadi pendulang timah, " kata Acik Utoh yang ditemui saat mendulang timah di salah satu kawasan di Kecamatan Singkep Barat, Minggu (30/9).
Acik bercerita di Pulau Singkep ini merata terdapat banyak kandungan timah. Tidak hanya di darat tapi juga di laut. Asal mau menggali, timah pasti ada. Bedanya hanya kadarnya saja, ada yang banyak ada yang sedikit. Begitu juga letaknya, ada yang dalam ada juga yang dangkal.
Acik yang berprofesi sebagai pedagang ini mengaku waktu senggangnya sering digunakan untuk mencari timah. Pergi siang, pulang sore atau pergi pagi ulang siang. Jumlah timah yang bisa didapatnya bisa mencapai sekilo, bahkan lebih.
," Biasanya tidak full satu hari kadang pergi pagi pulang siang, kadang pergi siang hari pulang sore. Kalau hanya untuk cari satu kilo saja sudah dapat,malah bisa lebih, "katanya sambil mengayunkan dulang dari wajan pengoreng yang berukuran sedang saat memisahkan timah dan pasir, kemarin.
Dulu saat perusahaan timah negara masih beroperasi di Singkep, kata dia, warga tidak bebas seperti sekarang, melainkan bersembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui.
" Dahulu mana bisa kita mendulang bebas seperti ini. Bisa-bisa kalau ketahuan kita ditangkap dan berurusan dengan pihak kepolisian. Tapi walaupun begitu tetap saja dilakukan. Biasanya mereka mendulang malam hari saat orang-orang perusahaan sedang istirahat. Curi-curilah ceritanya namanya juga orang cari makan. Tapi kini tak mencuri-curi lagi, " katanya mengenang.
Saat ini harga timah di pasaran cukup lumayan. Akibatnya, banyak warga yang beralih profesi menjadi pendulang. Namun tidak sedikit pula yang menjadikan pekerjaan mendulang sebagai pekerjaan sampingan.
Untuk 1 kilogram timah saja pihak penampung berani membeli dengan harga Rp95 sampai Rp100 ribu. Berbeda dengan tahun 80 atau 90-an, harga timah tak pernah sampai Rp50 ribu. (jfr)
Pendulang Timah Tradisional Kini Tak Mencuri-curi Lagi
Pulau Dabo Singkep, Kabupaten Lingga yang dikenal memiliki kekayaan alam melimpah membawa berkah tersendiri bagi warganya. Salah satu kekayaan alam yang dapat dinikmati langsung oleh warga adalah timah. Warga bebas mendulang timah yang dilakukan secara tradisional.