BATAM CENTRE (HK)- Meskipun masyarakat negara Kamboja di tahun 80-an terkenal sadis dan menakutkan, namun seiring perkembangan zaman perkembangan di negara itu, khususnya di bidang pariwisata sangat maju.
Hal ini membuat anggota Komisi II DPRD Kota Batam, Firman alias Ucok Tambusae merasa terkesima dengan kemajuan negara Kamboja di bidang pariwisata saat ini. Dengan jumlah penduduk 14 juta jiwa, tingkat kunjungan para wisatawan mancanegara mencapai 2,7 juta orang.
"Sangat luar biasa dunia pariwisatanya. Meskipun negara mereka baru berkembang, tapi pelayanan hingga infrastruktur di bidang wisata sangat bagus sekali," ungkap legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kepada Haluan Kepri, Senin (1/10).
Dikatakan Firman, kemajuan pariwisata di negara tersebut, lantaran semua pihak mengambil bagian. Baik dari pemerintahnya, masyarakat, serta didukung infrastruktur yang baik. Untuk mengembangkan pariwisata, pihak tarvel bekerja sama dengan para UKM di negara tersebut.
"Ada 99 candi di sana. Untuk bisa mengunjungi semua candi tersebut, tentu kita membutuhkan waktu 4 jam untuk kunjungan 1 candi. Jadi kalau kunjungan hanya 7 hari, tentu waktunya tidak terkejar," ucap Firman.
Di bidang pelayanan, kata Firman, saat tiba di Bandara Siem Reap International, seluruh turis yang datang disambut oleh sejumlah wanita cantik. Bahkan pelayanan di restoranpun, para turis diservise dengan baik.
"Cara mereka melayani setiap turis yang datang ke sana (Kamboja), seperti kita tinggal di rumah sendiri. Ini lah yang dilakukan mereka untuk memanjakan para turis. Selain itu, supir taksi mereka pun rata-rata mengerti bahasa Inggris," ujar Firman.
Hal senada juga diungkapkan rekannya yang ikut dalam kunker tersebut. Adalah T Erikson Pasaribu. Dari hasil kunker tersebut kata dia, akan menjadi harapan besar kepada pemerintah daerah untuk mampu membangun perkembangan di bidang wisata dengan baik.
"Pariwisata mereka sangat luar biasa. Ini lah yang akan kita paparkan di hadapan pemerintah kita. Dan sebagai wakil rakyat, kita berharap pemerintah mampu melakukannya," tambah Erikson.
Diberitakan sebelumnya, setelah anggota Komisi III DPRD Batam kunker ke Thailand dan Vietnam pada Mei 2012 lalu, kali ini giliran anggota Komisi II DPRD Batam melakukan hal yang sama ke Kamboja.
Kabag Humas dan Protokol DPRD Batam, Tajuddin mengungkapkan, terdapat 3 anggota Komisi II DPRD Batam yang melakukan kunker ke Kamboja. Yakni Erikson Pasaribu, Mesrawati Tampubolon dan Firman alias Ucok Tambusae pada 21-27 September 2012. Dengan agenda untuk mendalami Pengelolaan dan Pengembangan Kepariwisataan.
Sementara itu, sejumlah anggota Komisi I dan Komisi IV DPRD Batam juga tengah menunggu persetujuan izin kunker ke luar negeri. Rencananya, anggota Komisi I DPRD Batam kunker ke Thailand dan anggota Komisi IV DPRD Batam kunker ke Brunei Darussalam untuk mendalami masalah pendidikan dan ketenagakerjaan.
Berdasarkan informasi di lapangan, dalam setahun sedikitnya 48 kali dijadwalkan perjalanan kunker ataupun studi banding ke luar Batam. Untuk memuluskan kegiatan itu, DPRD Batam menganggarkan Rp20 miliar. Sedangkan untuk kunker ke luar negeri di negara Asean, rata-rata dianggarkan sekitar Rp2,2 miliar dalam setiap kunker. (lim)