Monday, Oct 08th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Insert Ujang Mengaku Siap Menikahi Rosma

Ujang Mengaku Siap Menikahi Rosma

BATAM (HK)- Suasana gedung Rumah Tahanan Kelas IIA Batam terlihat ramai seperti biasa. Sejumlah pengunjung mulai dari sanak saudara hingga teman karib para narapidana memadati ruang besuk.

Tidak seperti narapidana lain. Dua narapidana yang belakangan ini lagi banyak dibicarakan yakni Ujang dan Rosma, tidak ada yang menyambangi dua terpidana kasus pembunuhan Putri Mega Umboh istri AKBP Mindo beberapa waktu lalu.

Kehadiran dua narapidana itu ke ruang besuk Rutan tersebut, Rabu (3/10) pagi sekitar pukul 09.00 WIB itu hanya untuk berkeluh kesah kepada wartawan yang ingin menemuinya walupun dengan waktu terbatas.

Dalam pembicaraan singkat dengan Ujang dan Rosma saat itu, keduanya terlihat tenang dan sehat. Meski Rosma mengaku kalau kondisi kesehatannya kurang baik saat ini.

Awal dari pembicaraan dimulai dari kisahn asmara dengan Ujang di tahanan Polda Kepri, sampai ia menyimpan benih hasil hubungan gelapnya sejak mendekam di dalam sel tahanan.

Ujang pun mengakui perbuatannya dan benih yang ada di dalam kandungan Rosma merupakan anak kandungnya. Dengan nada tegas Ujang bersedia bertanggung jawab dan siap menikahi Rosma.

"Dalam kandungan Rosma itu anak saya. Saya harus tanggung jawab," ujar Ujang yang meminta diwawancarai selama 10 menit.

Dikataknnya, kehamilan Rosma semasa masih di tahanan Polda sama sekali tidak ia ketahui. Baru ketika sampai di Rutan aib itu terbongkar. Berbaju hijau khas busana tahanan dengan celana bahan gantung, Ujang pun sempat membicarakan perihal perbuatannya tersebut.

Katanya, apa yang sebelumnya pernah diterbitkan di sejumlah media itu benar adanya. Namun saat dikonfirmasi kenapa sampai senekat itu, iapun mengaku khilaf.

"Bagaimana lagi bang, namanya sudah di dalam sel. Abang tau sendirilah, ya gitu. Dan sebelumnya apa yang dibilang pengacara saya, begitulah. Memang dua kali saya melakukan, tapi sudah tidak ingat kapan," terang Ujang dengan sedikit senyum.

Ditanya bagaimana cara ia melakukan hal itu terhadap Rosma, Ujang hanya sedikit mengisahkan, ia masuk ke dalam sel Rosma secara diam-diam tanpa diketahui petugas jaga. Dan selama di sana ia tidak pernah dikasi kunci sel.

Disinggung mengenai apa yang akan dilakukan dengan jabang bayi di dalam kandungan Rosma nantinya, menurut pengakuan Ujang, ia akan tetap merawatnya meski dalam penjara. Bayi tersebut jata dia akan dititpkan kepada keluarganya.

"Itu anak saya. Ngapain saya kasi sama orang lain. Kalau saya tidak bisa merawat, saya akan titipkan dengan keluarga saya. Sekarang ini saya siap menikah dengan Rosma. Dan Rosma pun mau dinikahi," kata Ujang.

Persoaalan kapan prosesi pernikahan itu, saat ini Ujang dan Rosma hanya menunggu izin dari pihak kejaksaan. Iapun minta kejelasan kepada Jaksa memberikan izin untuk menikahi Rosma.

Niat untuk menyampaikan rasa tanggung jawabnya itu ke jaksa belum terlaksana, karena pihak jaksa belum ada berkunjung ke Rutan. Sehingga, pada akhirnya ia akan menyerahkan persoalan tersebut kepada pengacara.

"Saya serahkan saja sama pengacara saya. Karena untuk menyampaikan niat tersebut ke jaksa, yang bersangkutan belum amenampakkan batang hidungnya ke Rutan ini. Saya siap menikahi Rosma, besok atau lusapun saya siap," terangnya.

Apakah ada sudah ada nama yang dipersiapkan untuk calon bayinya, Ujang mengaku belum ada. Namun, di saat bayi itu lahir nanti, nama 'Poda Kepri' akan saya persiapkan," ujarnya.

Sementara Rosma saat ditemui tidak ingin berkomentar banyak. Ia mengaku pusing dengan permasalahan yang menderanya. Selain itu, ia juga mengaku sering mengalami sesak nafas ketika malam hari. Ditanya keinginan Ujang menikahinya, Rosma pun mengaku siap menerimanya.

"Saya sering sakit-sakitan. Kalau malam sering mengalami sesak nafas. Semenjak kasus ini, saya mengalami asma. Mengenai hal pernikahan, saya siap saja, tapi harus minta restu dulu sama orang tua," terang Rosma.

Namun demikian, ia mengaku tetap senang berada di dalam sel Rutan, karena memiliki teman-teman yang baik. Aktifitasnya sehari-sehari, selain belajar mengaji dan baca tulis, ia pun tidak pernah meninggalkan shalat lima waktu.

Karena sering mengalami sakit-sakitan itu, hampir setiap hari ia memeriksakan janin di dalam perutnya itu ke klinik Rutan. Selain kesehatan dirinya, kesehatan bayi yang dikandungnya juga diperiksa. Menurut dokter, bayi yang dikandungnya itu dalam keadaan sehat.

"Alhamdulillah sehat. Hanya saja selera makan saya berkurang. Kalau lagi makan pasti mau dimuntahkan. Pengennya yang dingin-dingin," ujar wanita asal Garut itu.(cw56)