Suara riuh sejumlah anak-anak SDN 034 yang bermain di emperan sekolah, seakan-akan sudah tak mengganggu aktifitas belajar mengajar. “Sekolah kami tak punya halaman tempat bermain Pak. Disinlah kami bermain setiap harinya. Dan kalau pelajaran olah raga, kami terpaksa keluar, halaman sekolah kami sempit” ungkap Rizki pelajar kelas 5 SDN 034 Selatpanjang dengan polos.
SDN 034 Kampung Baru, terletak di tengah-tengah pemukiman warga. Lokasi SDN 034 dengan luas areal 1500 meter, dikelilingi olah rumah penduduk. Jarak antara rumah warga dengan bangunan gedung sekolah, tanpa pagar hanya dibatasi selokan kecil dan rerimbunan kebun dibiar tak terawat. Meskipun bangunan gedung warisan Pemkab Bengkalis ini terlihat masih kokoh, namun disejumah kelas terlihat rembesan air hujan yang membuat warna plafond kelas kusam dan bercorak.
Bocornya atap sekolah memang tak sampai membuat ruang kelas basah, namun kalau tak segera diganti bukan tidak mungkin dalam kurun waktu satu dua tahun tak lagi bisa menahan deras curahan air hujan. “Kami sudah mengajukan permohonan rehab atap sekolah ke Dinas Pendidikan. Tapi sampai hari ini, belum ada realisasi. Terus terang, kalau tak segera dig anti atap sekolah ini kami hawatir akan semakin parah bocornya” ungkap M. Tahir Kepala SDN 034 Selatpanjang.
Rozali, salah seorang guru SDN 034 Selatpanjang mengakui kondisi sekolah memang masih bagus, hanya saja atapnya yang harus segera di ganti. Selain itu, lokasi sekolah yang sempit menyebabkan sekolah tidak memiliki halaman yang luas dan resprentatif untuk menunjang kegiatan praktek olah raga mapun tempat bermain anak. Mau tidak mau, saat bermain anak-anak memanfaatkan emaperan sekolah dan untuk praktek olah raga harus keluar dari lokasi sekolah.
Untuk menunjang kegiatan belajar, rumah dinas guru yang tidak ditempati disulap menjadi ruang UKS dan Pustaka. Empat ruang WC sekolah juga tidak berfungsi, sementara siswa SDN 034 berjumlah 185 orang. “Kami sangat prihatin dengan sempitnya lokasi sekolah. Anak-anak tidak bisa bebas bermain, dan para guru juga tidak bisa leluasa mengembangkan kegiatan ekstra kurikulier dan olahraga. Untuk itu, kami sangat berharap ada upaya dari pemkab Meranti untuk menyikapi persaolan ini, terutama pihak Disdik Meranti” ungkap Rozali.
Prihatinkan kondisi sekolah
Ketua Komite Sekolah Azhar Abdulah mengaku turut prihatin dengan kondisi SDN 034 tersebut. Sempitnya lokasi sekolah, menyebabkan upaya pengembangan sekolah sulit dilakukan. Kondisi ini dipersulit dengan kebijakan mengerial sekolah yang tak transparan. Padahal pihak komite sekolah dan para orang tua wali murid, punya komitmen untuk mendukung penigkatan kegiatan belajar mengajar di SDN 034 tersebut.
“Soal lokasi, memang ada tanah kosong yang bisa dibeli. Tapi terus terang, pihak komite dan orang tua murid tak mampu karena terlalu mahal. Namun yang paling penting, kita berharap agar konsep school base management benar-benar berjalan, terutama persoaan dana BOS. Untuk itu, kita berharap agar pihak Disdik segera turun untuk menyikapi persoalan ini. Kita ingin dalam kondisi yang minim ini, kegiatan KBM dan proses managerial sekolah bisa berjalan transparan” tandas Azhar Abdullah.
Kadisdik Meranti Drs. Baktiar mengatakan Disdik komit untuk berupaya meningkatkan sarana dan prasaran pendidikan, termasuk peningkatan kualtias sekolah. Untuk itu, pihaknya saat ini sedang menyusun tim untuk turun ke sekolah-sekolah, melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait peningkatan kualtas pendidikan. “Kita segara turunkan tim ke sekolah-sekolah untuk melakukan evaluiasi terhadap keadaan sekolah. Tidak hanya persaolan fasilitas, tapi juga soal managerial pengeloalan dana BOS, peran guru dan komite sekolah” tandas Baktiar (lan)
- Forum Garuda Muda Picu Kemunculan Figur-figur Muda
- Peringatan Bom Bali
- Angie Seret Anas
- H Basrizal Koto, Terus Mengabdi
- Helikopter pun Berciuman
- Ujang Mengaku Siap Menikahi Rosma
- Bedah Buku "Menjaga Indonesia dari Kepri"
- Terkesima dengan Pariwisata Kamboja
- Pilu Nelayan Batam di Pulau Bokor
- Pendulang Timah Tradisional Kini Tak Mencuri-curi Lagi