BATAM (HK)- Nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika sudah mulai terkikis di era globalisasi pada saat sekarang ini. Tidak hanya itu, para aparatur negara pun terkesan ikut melupakan empat pilar tersebut.
Wakil Ketua MPR RI Lukaman Hakim mengatakan, pada saat sekarang ini perubahan yang cukup cepat di segala bidang di era globalisasi sangat mempengaruhi nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar berbangsa.
Dia menjelaskan, yang mana nilai-nilai yang dahulu sewaktu dirinya kecil yang didapatkan dari orang tua pada saat sekarang apa yang diterima oleh anak-anak sudah jauh berbeda.
"Terjadi pergesaran nilai pada saat sekarang ini. Disinilah pentingnya nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar tersebut untuk kembali ditegakkan dalam ingatan bagi seluruh anak bangsa pada saat sekarang ini. Sehingga jati diri kita sebagai anak bangsa Indonesia tidak hilang ditelan zaman," jelasnya usai acar sosialisasi empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika di Kampus Universita Batam yang dihadiri ratusan mahasiswa, Rabu (24/10).
Saat ditanya apakah para penyelenggara negara yang ada pada saat ini di Indonesia juga sudah mulai melupakan nilai-nilai yang terkandung di dalam empat pilar tersebut, dia menjawab, bahwa mereka ini (penyelenggara negara) sudah terjebak dengan rutinitas yang ada, sehingga melupakan nilai-nilai empat pilar tersebut. Sehingga sosialisasi ini perlu digalakkan.
Dan ini menurut Lukman, merupakan salah satu tugas utama MPR untuk mensolisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila. Dan ini tidak hanya ditujukan kepada para penyelenggara negara yang memang harus memiliki kesadaran yang tinggi terhadap nilai-nilai empat pilar tersebut, tapi juga masarakat luas, terutama mahasiswa.
"Dengan semakin terlupakannya nilai-nilai Pancasila, pada saat sekarang ini kita banyak menghadapai permasalahan-permasalahan bangsa, salah satunya korupsi," sebut Lukman.
Penyelenggara negara yang baik kata Lukman, adalah yang memahami nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar itu. Sehingga sosialisasi seperti ini harus dilakukan secara masif yang menyentuh secara keseluruhan, baik penyelenggara negara maupun masarakat.
Saat ditanya langkah-langkah lainnya yang dilakukan oleh MPR RI, dia menyebut, dikarenakan terbatasnya kewenangan dari MPR RI itu, sehingga tindakan yang bisa dilakukan pada saat ini adalah dengan mensosialisasi empat pilar ini.
"Bangsa kita ini sudah banyak permasalahan, jadi jangan lagi ditambahkan dengan permasalahan yang tidak terlalu prinsipil. Sebenarnya bisa diselesaikan dengan baik-baik," jelasnya.
Dia mencontohkan, sehingga sekeras atau setajam apapun perbedaan yang terjadi jangan sampai mengoyak persatuan, namun saat sekarang ini, itu yang banyak terjadi. Dan itu harus disikapi dengan kearifan.
Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Batam (Uniba), Lagat Siadari menyampaikan, pihaknya sangat menyambut baik acara sosialisasi epat pilar bernegara di Kampus Universitas Batam. Karena hal ini sangat penting untuk diketahui oleh seluruh mahasiswa.
"Agenda ini sangat penting untuk diberikan kepada mahasiswa. Agar lebih memahami empat pilar berkehidupan berbangsa dan bernegera," terangnya.
Lagat menambahkan, dengan memahami empat pilar tersebut, mahasiswa semakin mencintai dan memahami tentang bangsa ini. Seandainya saja mahasiswa tidak memahami nilai-nilai kebangsaan, bisa saja nantinya bangsa ini bisa dijual. (cw57)

