Sabtu11032012

Last update12:00:00 AM

Back Insert Sumpah Pemuda Moment untuk Bangkit

Sumpah Pemuda Moment untuk Bangkit

Share

BATAM (HK)- Aida Zulaika Nasution Ismeth, putri dari Mr S M Amin (K.R Nasuiton) yang merupakan salah seorang tokoh penting Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 mengajak pemuda untuk menjadikan moment peringatan hari Sumpah Pemuda sebagai moment untuk bangkit menjadi pribadi yang lebih berakhlak.

"Pemuda Berakhlak lah yang dapat diharapkan menjadi problem solver masalah-masalah yang di hadapai bangsa Indonesia ini. Hanya cerdas saja tidaklah cukup untuk mampu menyelesaikan masalah," ungkap Aida Ismeth pada acara seminar pelaksanaan empat pilar bangsa, Senin (29/10).

Karena menurutnya, jangankan pada tataran negara, masalah-masalah pribadi, keluarga dan kemasyarakatan juga tidak dapat diselesaikan hanya dengan bermodalkan intelektualitas. Justru yang lebih dibutuhkan adalah kecerdasan emosional dan spiritual. Dalam bahasa lain itu disebut sebagai karakter, integritas, moralitas atau akhlak mulia.

Aida yang sekarang dipercaya sebagai Wakil Ketua Badan Kehormatan DPD RI ini memiliki harapan agar media juga mengambil peran dalam mendidik ahlak pemuda, dengan memberikan tayangan-tayangan yang mendidik.

"Saya harapkan media juga ikut dalam membangun karakter pemuda Indonesia. Dimana, tayangan-tayangan yang berbau kekerasan jangan terus-menerus ditayangkan berulang-ulang. Sebab, opini pemuda harus dibantu diarahkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat," papar Ketua Umum Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia Kepulauan Riau ini.

Hal ini menurut Aida, merupakan bentuk keprihatinan kita terhadap maraknya tawuran yang dilakukan baik oleh pelajar maupun mahasiswa belakangan ini. Menurut pandangannya, pendidikan dan pembelajaran telah kehilangan muatan spiritualnya.

Ketika ditanya tentang aksi demonstrasi yang kerap dilakukan pemuda khususnya mahasiswa, angota DPD RI asal Kepulauan Riau ini menganggap itu sebagai hal yang lumrah selama tidak anarkis.

"Jadi mahasiswa, ya memang harus Kritis, Mereka harus ikut mengawal program-program pemerintah, demonstrasi itu biasa. Saya juga dulu seorang aktivis, namun saya menyarankan agar aksi-aksi demonstrasi mahasiswa bisa dikemas lebih kreatif dan tidak anarkis. Misalnya dengan melakukan aksi teaterikal, saya rasa aksi semacam ini lebih mendapat simpati dari masyarakat," pungkanya.(cw41)