Kasih.. Maaf Bila Aku Salah CintaJAKARTA (HK)--Cinta tak direstui orangtua, Yobi Fauzi Supranto (23) mahasiswa jurusan Tekhnik Informatika Universitas Trisakti menjemput maut.
Ia terjun dari lantai 28 B Apartemen Royal Mediterania Garden, Jakarta Barat, Jumat (7/8) pagi. Ia tewas terhempas tanpa busana di lantai satu sekitar pukul 10.30 WIB.
Sebelum terhempas, tubuh Yobi nyaris menimpa seorang perempuan penghuni apartemen yang sedang berjalan kaki di sekitar lokasi tersebut.
Diduga kuat putra pengusaha ini bunuh diri lantaran keluarganya tidak setuju ia menjalin cinta dengan wanita sales promotion girl (SPG). Di kamarnya, pemuda ini meninggalkan secarik kertas tulisan tangan buat kekasihnya Tya (20).
Isinya antara lain, “Kasih.. maaf bila aku salah cinta. Maaf bila saja ku suka. Saat kau ada yang suka. Haruskah kupendam rasa ini. Ataukah kuteruskan saja hingga kau meninggalkanku”.
Yobi adalah putra seorang kontraktor dan ketua koperasi di Kalimantan Selatan. Petugas Identifikasi Polres Metro Jakarta Barat, mengirim jasad korban ke RSCM.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Antonius mengatakan beberapa jam sebelum Yobi terjun, petugas laundry apartement saat mengantar baju,ia sempat melihat korban dan seorang perempuan cekcok mulut.
"Arahnya ke sana (asmara). Sebelum ditemukan meninggal dia cekcok sama pacarnya. Selain itu, kami juga menemukan beberapa tulisan tangan seperti lirik lagu yang diduga kuat dibuat olehnya dan kertas bertulis ayat Alquran di balkon apartemennya," ujar Antonius, Jumat (7/8).
Untuk penyidikan lebih lanjut polisi saat ini sedang melakukan pemeriksaan beberapa saksi di Polsek Tanjung Duren. Saksi-saksi yang diperiksa mulai dari satpam dan tetangga di tempat unitnya tinggal.
"Termasuk pacar korban dan petugas laundry, kami masih mencarinya untuk dimintai keterangan," katanya.
Cowok Barunya
Polsek Tanjung Duren masih memeriksa kerabat Yobi Fauzi. Hasil pemeriksaan sementara bahwa sebelum korban bunuh diri, perempuan yang diduga mantan pacarnya itu datang ke apartemen bersama cowoknya yang baru.
"Sebelum terjadinya insiden, pacarnya ini datang ke apartemen bersama cowok barunya. Di sana terjadi cekcok. Dan setelah cekcok, mereka berdua (Tya dan pacar barunya) pergi dari apartemen. Setelah mereka pergi baru terjadi peristiwa itu," jelas Antonius.
Ia menerangkan, korban sendiri selama setahun kemarin sempat cuti kuliah dari kampusnya di Universitas Trisakti. Korban juga dijauhi teman-temannya selama cuti tersebut.
"Sampai saat ini kita masih menyelidiki kenapa korban terjun dengan kondisi telanjang. Kami juga masih mencari rekaman CCTV apartemen saat mantan pacarnya pergi dari apartemen," pungkasnya.
Sudah Lama Putus
Sejumlah teman kampus Yobi Fauzi mengaku korban dan pacarnya sudah lama putus.
"Yobi dan pacarnya sudah lama putus. Di apartemen dia tinggal bersama saudaranya, kakak sepupu cewek yang sudah bekerja," ujar teman satu jurusan Yobi bernama Kokoh Pribadi (22) kepada wartawan di Polsek Tanjung Duren, Jakarta Barat, Jumat (7/8).
Kokoh yang kenal Yobi sejak awal masuk kuliah ini menyebut Yobi tidak pernah memiliki masalah apa pun di kampus.
"Kalau dari saya, dia orangnya baik. Kita bahkan sering nginep di apartemennya dia. Sehingga kita nggak nyangka dia bisa kayak gini. Belakang ini kita ngggak tahu (kabar Yobi) soalnya lagi kita libur kuliah," jelas Kokoh.
Sebagai bentuk solidaritas, Kokoh dan beberapa teman Yobi mengaku akan menunggu hingga pemeriksaan rampung.
"Ini bakal nunggu pemeriksaan sampai kelar. Barulah kita cabut. Ibunya (Yobi) lagi di dalam (kantor polisi). Sudah datang untuk dimintai keterangan sebelum salat Jumat," jelasnya. (dtc/net)

