Senin12212015

Last update12:00:00 AM

Back Insert Raisa, Balita Pengidap Kelainan Hati di Bintan

Raisa, Balita Pengidap Kelainan Hati di Bintan

Butuh Rp1,2 Miliar, Baru Terkumpul Rp30 Juta

BINTAN (HK)- Keluarga Raisa Putri Riona, balita pengidap atresia bilier atau penyakit kelainan hati, kini terus menunggu uluran tangan dari dermawan.

Balita yang akan genap berusia 9 bulan pada 1 September 2015, besok, membutuhkan uang Rp1,2 miliar untuk biaya operasi transplantasi hati.

Nominal yang sangat besar yang dibutuhkan itu, semakin membuat pusing keluarga. Pasalnya, penghasilan Rio (22) ayah Raisa sebagai buruh nelayan hanya cukup untuk membeli kebutuhan makan setiap hari. Sementara, Siti (19) ibu Raisa, hanya sebagai ibu rumah tangga.

Dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, wajar saja jika Rio dan Siti hanya bisa pasrah sambil terus berdoa. Kini, mereka hanya bisa berharap Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemkab Bintan, sudi membantu.

Saat Haluan Kepri bersama sejumlah awak media cetak dan elektronik lokal lainnya yang tergabung dalam Persatuan Jurnalis Bintan (PJB) menyambangi kediaman Raisa di Jalan Wakatobi Rt 01 Rw II Desa Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, balita cantik itu tengah tertidur pulas. Tak lama berselang, tiba-tiba Raisa bangun dari tidurnya. Ia melihat sekeliling, lalu melempar senyumnya.

Raisa dengan pandangan matanya yang terlihat kosong, ketika digendong Wahbahra (47), neneknya sesekali memandang dan tak jarang terlihat tersenyum kepada anggota PJB.

Kedatangan para wartawan ke kediaman Raisa, bukan hanya sebatas mencari informasi sebagai bahan berita. Melainkan ingin menberikan sedikit bantuan yang dikumpulkan melalui sumbangan sukarela para wartawan di Bintan.

Meski angkanya masih sangat jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk biaya operasi Raisa, namun anggota PJB ingin memberikan bukti nyata kepeduliannya. Dengan harapan, bisa menjadi langkah awal bagi para donatur lainnya baik dari kalangan pejabat di pemerintahan daerah Bintan, pengusaha serta masyarakat yang ingin membantu agar Raisa bisa sembuh.

"Bantuan yang diberikan memang tidak besar, namun semoga dengan langkah kita sebagai jurnalis bisa mengetuk pintu hati kalangan-kalangan yang berpenghasilan besar untuk menyisihkan sedikit uangnya kepada Raisa yang banyak membutuhkan biaya untuk sembuh," ungkap Muhammad Rofik, Ketua PJB Bintan, Minggu (30/8).

Dari pengakuan Wahbahra, cucunya diketahui mulai mengalami gejala kelainan sejak berusia 2 bulan. Pada saat berusia 48 hari, Raisa awalnya sempat dibawa ke salah satu dokter spesialis anak di Kota Tanjungpinang.

Namun, waktu itu sang dokter sempat menyarankan agar Raisa dirujuk ke Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang.

"Waktu itu kata dokter ada penyakit penyempitan empedu, dan pihak rumah sakit menyarankan agar dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta, karena minimnya peralatan di RSUP Tanjungpinang," ungkap Wahbahra.

Raisa pun diboyong ke Jakarta. Ia sempat menjalani perawatan intensif selama 6 bulan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Mengingat banyaknya biaya yang mesti disiapkan, akhirnya pihak keluarga memutuskan untuk kembali membawa Raisa pulang ke Bintan.

Kesempatan Raisa untuk bisa hidup normal seperti balita lainnya, menurut analisa medis dokter hanya sampai Agustus 2016 mendatang. Jika sudah jatuh tempo dan Raisa tak kunjung didaftarkan sebagai pasien yang akan menjalani operasi, dipastikan hanya mujizat Tuhan yang dapat menolongnya.

"Jika kami punya uang sekitar Rp400 juta untuk tahap awal, maka bisa didaftarkan untuk dioperasi nantinya. Tapi, dana yang terkumpul dari para sukarelawan baru Rp30 juta lebih, itu pun terkadang harus dipakai untuk kebutuhan Raisa," tutur Wahbahra, lirih.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti susu dan sebagainya, pihak keluarga terpaksa menggunakan uang yang dikumpulkan dari hasil sumbangan.

"Untuk membeli susu formula, kami mesti mengeluarkan uang setiap bulannya sekitar Rp3 juta. Belum lagi biaya perawatan hari-harinya agar Raisa bisa tetap bertahan hidup," kata Wahbahra menambahkan.

Bantuan yang diterima keluarga Raisa, baik secara langsung maupun melalui rekening, masih berasal dari kalangan masyarakat yang ada di Tanjungpinang. Hingga saat ini, belum ada pejabat maupun pengusaha di Bintan yang memberikan bantuan untuk Raisa.

Ketua RW setempat, Majid menuturkan, sejauh ini yang memberikan sumbangan untuk Raisa masih berasal dari kalangan masyarakat saja.

"Ya kebanyakan sih warga dari Pinang saja. Ansar (mantan Bupati Bintan) dan Dolli (Plt Bupati Bintan) tidak ada nyumbang," ujarnya. (cw95)

Share