Selasa08302016

Last update05:00:00 AM

Back Insert Perjuangan Bayi Raisa Melawan Penyakit Berakhir

Perjuangan Bayi Raisa Melawan Penyakit Berakhir

Meninggal di RSUP Tanjungpinang

BINTAN (HK)- Perjuangan bayi penderita penyakit langka atresia biliier (kelainan pada hati) ,Raisa Putri Riona (9 bulan), untuk bebas dari penyakitnya berakhir sudah.

Bayi mungil ini akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang, Kamis (3/9).

Perjuangan bayi mungil tersebut sangatlah berat. Sejak lahir, sudah divonis menderita kelainan hati. Saat itu, Raisa terus berjuang untuk hidup. Bayi tersebut menderita penyakit langka yang merusak hati, jantung, dan ginjal.

Di tengah keterbatasan materi, pihak keluarga berjuang keras untuk kesembuhan anaknya. Segala upaya sudah dilakukan untuk biaya berobat Raisa. Namun Yang Maha Kuasa berkehendak lain. Warga Jalan Wakatobi RT 1 RW II Kampung Kawal, Kecamatan Gunung Kijang ini pun meninggal dunia pada pukul 11.45 WIB.

Dua hari sebelum meninggal Penjabat Bupati Bintan, Doli Boniara Siregar sempat menjenguk Raisa di rumahnya. Bayi itu kerap rewel dan sering menangis. Khawatir dengan kondisi Raisa, akhirnya pihak keluarga membawa Raisa untuk diperiksa di Puskesmas Gunung Kijang. Ketua Rw setempat, Majid mengungkapkan, Raisa dibawa ke Puskesmas karena pada saat itu rewel dan sering menangis.

"Ya usai dijenguk Pak Bupati, malamnya Raisa menangis terus dan dibawa ke Puskesmas. Namun waktu bersamaan ternyata ada juga bocah yang kritis dibawa ke Puskesmas dan tak lama kemudian meninggal. Kami cemas dan Raisa kami bawa pulang," tutur Majid di rumah duka, Kamis (3/9).

Ia menceritakan, setelah pulang ke rumah, keesokan harinya, Rabu (2/9), Raisa dibawa oleh pihak keluarganya ke RSUP Tanjungpinang untuk dirawat. Namun, tuhan berkehendak lain.

"Ya kami dapat kabar (Raisa) sudah meninggal sekitar pukul 11.45 WIB di RSUP, kemudian jenazah dibawa dan tiba di rumah duka sekitar pukul 13.00 WIB untuk dikebumikan," ungkapnya.

Usai dimandikan dan dishalatkan dirumah duka, jenazah bayi mungil itu kemudian dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Taman Baka yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumah duka sekitar pukul 14.45 WIB.

Sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Bintan turut mengantar jenazah Raisa ke tempat peristirahatan terakhir. Mereka di antaranya, Kepala BPMPD Bintan, Kartini, Kabid Dinkes Bintan, Kepala Puskesmas Gunung Kijang, Camat serta sejumlah relawan yang sudah membantu Raisa.

Sebelumnya, kondisi Raisa memprihatinkan. Perutnya membesar dan tubuhnya semakin kurus. Rencanananya Raisa harus menjalani operasi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta. Biaya yang besar, memaksa pihak keluarga Raisa harus mengumpulkan dana sekitar Rp1,2 miliar agar bayi itu bisa dioperasi transplantasi hati.

Hanya saja, keterbatasan biaya membuat pihak keluarga menggantungkan harapannya kepada para donatur serta relawan yang ingin memberikan bantuannya untuk kesembuhan Raisa. Namun sang penguasa berkehendak lain. Selamat jalan Raisa. (cw95)

Share