Jumat02092018

Last update05:00:00 AM

Back Insert MENGENANG SATU TAHUN WAFATNYA HJ MUKHNIARTI

MENGENANG SATU TAHUN WAFATNYA HJ MUKHNIARTI

Wanita Tangguh dan Memegang Teguh Amanah

Tepat hari Sabtu besok, tanggal 28 Januari 2017, genap satu tahun kepergian almarhumah Hj Mukhniarti Basko, SE, MSi, mantan anggota DPR-MPR RI Daerah Pemilihan Riau.

Istri Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR), H Basrizal Koto ini, berpulang ke rahmatullah di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta, pada hari Kamis, 28 Januari 2016, pukul 08.30 WIB.

Kendati sudah satu tahun menghadap sang pencipta, tapi semangat dan teladan dari Almarhumah semasa hidupnya tetap terasa sampai saat ini. Baik di lingkungan keluarga, perusahaan maupun di organisasi yang digelutinya, Almarhumah adalah sosok yang disiplin, telaten, tangguh, dan memegang teguh amanah.

Bahkan di sela-sela kesibukan mengurus keluarga dan bisnis, Almarhumah masih menyempatkan diri mengikuti proses belajar mengajar hingga meraih sarjana, yang memudahkan beliau melenggang ke panggung politik. Setelah menyelesaikan jenjang Strata Satu (S1) di Persada Bunda, politisi perempuan kelahiran Padang, 13 September 1961 itu, masih meneruskan ke jenjang S-2 di Universitas Riau, yang semuanya diraih di sela-sela kesibukan mengurus suami, anak, keluarga dan bisnisnya.

Dalam Pemilu Legislatif tahun 2009, beliau berhasil memperoleh suara yang sangat signifikan dan memastikan langkah ke Gedung Lancang Kuning, duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Riau dari Fraksi Partai Demokrat. Sukses menjadi wakil rakyat di DPRD Riau, Almarhumah menapakkan kakinya ke DPR RI melalui Pemilu Legislatif 2014.

Selain menjadi politisi, Almarhumah juga aktif di organisasi. Ia pernah menjadi Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak DPD Demokrat Provinsi Riau, Dewan Penasehat Ikatan Keluarga Wartawan Riau dan dua periode (2005-2010 dan 2010-2015) menjadi Ketua Umum Ikatan Wanita Minang Riau.

Di mata anggota DPR RI Dapil Riau, H Eddy Tanjung, Amarhumah merupakan sosok srikandi yang baik hati. "Beliau orangnya baik, supel, melindungi dan mengayomi masyarakatnya. Kita benar-benar merasa kehilangan sosok srikandi, kakak dan bundo kanduang yang banyak membantu dan berjuang untuk kepentingan masyarakat Riau," ujarnya.

Eddy sendiri sudah lama kenal dengan Almarhumah dan suami, H Basrizal Koto. Bahkan jauh sebelum IKMR berdiri. Banyak momen yang berkesan dengan almarhumah. "Seperti saat kita berkumpul di rumah gadangnya, beliau selalu menjamu kita dengan ramah tamah dan masakannya enak-enak. Orangnya sangat baik, bahkan beliau tidak sungkan untuk mengangkat piring untuk kita," kenangnya.

Penilaian senada juga disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau, Noviwaldy Jusman. "Sosok Almarhumah juga sangat dekat dengan masyarakat dan tidak segan-segan hadir langsung di tengah-tengah masyarakat. Makan bersama masyarakat dan hasil karya beliau sudah banyak membangun jalan semenisasi bersama saya dan menjalankan kegiatan sosial lainnnya. Kami merasa kehilangan," ujar Noviwaldy yang pernah bersama-sama dengan almarhumah di DPRD Riau.

Senada dengannya, H Djufri Hasan Basri, tokoh masyarakat yang juga Dewan Penasehat IKMR, sosok Mukhniarti patut menjadi suri teladan. Hingga akhir hayatnya, Almarhumah tetap memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Semasa hidupnya, ia merupakan sosok yang membaur dengan masyarakat, baginya jabatan bukanlah suatu hambatan untuk bisa ikut tergabung di kerumunan masyarakat, di jalan, pengajian dan majelis taklim, bahkan di tengah pasar sekalipun.

Kenangan yang tak terlupakan juga disampaikan Desi Susanti, anggota DPRD Kota Pekanbaru, yang pernah sering mendampingi Almarhumah ketika melaksanakan tugas-tugas sebagai anggota DPRD Riau.
Di mata Desi, Almarhumah merupakan seorang ibu sekaligus guru dalam kehidupannya. "Ibu adalah wanita yang tegas, tapi penuh kelembutan," ujarnya.

Kesan mendalam juga dilontarkan Septina Primawati Rusli, kolega Almarhumah di saat masih menjadi anggota DPRD Riau periode 2009-2014. Menurut Septina yang kini menjabat Ketua DPRD Riau, Almarhumah adalah suri teladan karena di akhir hidupnya ia masih mengabdi sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan aspirasi masyarakat Riau hingga di Senayan.

"Beliau sangat dekat, ramah dan selalu menyapa dengan orang. Serta ia mau membaur dengan masyarakat. Itulah yang selalu saya ingat tentang beliau," kata istri mantan Gubri HM Rusli Zainal ini.

Dikabulkan Allah SWT

Khusus bagi H Basrizal Koto, sosok Almarhumah merupakan wanita tangguh yang telah mendampinginya selama 35 tahun mengarungi bahtera rumah tangga. Bersama Mukhniarti, Basko memulai karir dari bawah, hingga mencapai kesuksesan seperti saat ini.

"Hanya satu yang tak bisa saya lupa dari dia. Karena karakter saya keras, dia selalu ikut apa yang saya katakan. Dia selalu mendukung apa yang saya lakukan. Namun, dengan kesibukannya mendampingi saya, masalah mengurus anak-anak, dia yang lakukan. Alhamdulillah, anak-anak, pendidikannya maupun cara-cara bekeluarga, mereka meniru mamanya," kenang Basko. Saya tidak bisa seperti ini, keluarga kami tidak bisa seperti ini, kalau tidak ada sosok yang mendukung. Jiwa sosialnya sangat tinggi," sambung Basko.

Yang paling membuat dirinya berbahagia kata Basko, di saat Almarhumah menyampaikan keinginannya untuk memiliki menantu yang berlatar belakang militer, jaksa, dokter dan polisi, alhamdulillah dikabulkan oleh Allah SWT. "Anak saya yang pertama Lidya bersuamikan anggota TNI, Mayor Inf Kamil Bahren Pasha (saat ini Danyon Linud 330/TD), Rice bersuamikan seorang jaksa, Rizky Fahrurrozi, SH, MH.

Kemudian Rara, suaminya dokter (dr Ide Bagoes Insani), dan Sonya bersuamikan seorang polisi, AKP Galih Apria, SIP, SIK). Alhamdulillah apa yang diinginkan almarhumah dikabulkan Allah SWT. Tinggal lagi dua orang anak yang belum berkeluarga, Wendo (masih kuliah di Amerika) dan Irena (masih SMA di Jakarta)," cerita Basko dengan penuh haru. (tim)

Share