Senin06252018

Last update05:00:00 AM

Banner
Back Jejak

Jejak

Jalan Tanah Bekas Jepang

Di sembulang ada sejumlah jejak bekas markas Jepang yang hingga kini masih bisa dilihat adalah jalan berupa tanah berukuran lebar 3,5 meter. Jalan itu hingga kini masih difungsikan warga. Sebagian jalurnya malah sudah dilapisi aspal, sebagian lagi dibangun paving block.

Menara Pengawas di Sambu

Bukit Bendera berada di titik tertinggi di Pulau Sambu. Di tempat ini dulu dibangun menara pengawas yang hingga kini bekasnya masih ada. Hanya saja, kondisinya sudah berubah drastis seiring berkurangnya aktifitas operasional Pertamina Sambu. Bahkan bisa disebut sudah rusak parah.

Tangga Seribu di Pulau Sambu

Orang Pulau Sambu menamai tangga berundak ini dengan sebutan Tangga Seribu. Entah bagaimana mereka bisa menyebutnya begitu, padahal kalau dihitung benar-benar, tangga ini keseluruhannya hanya berjumlah 100 anak tangga. Tapi tak jadi soal, toh apalah artinya sebuah nama, yang pasti Tangga Seribu ini sangat terkenal di kota tua ini. Sampai-sampai, orang yang berkunjung ke sini dianggap belum lengkap rasanya kalau tidak menyinggahinya.

SD 1 Pulau Sambu

SD 1 Pulau Sambu dibangun sejak tahun 1950-an dan dikelola Pertamina melalui Yaktapena. Bangunan sekolah ini tergolong cukup megah dan memiliki pekarangan yang luas. Di depan bangunan kelas yang semuanya berjumlah lima ruang, terdapat lapangan terbuka berlantai semen yang digunakan untuk berbagai kegiatan seperti upacara bendera, volley hingga aktifitas luar ruang lainnya.

Dewi Perindu

Bagi orang-orang lama di Batam, Pulau Buluh bukanlah nama asing. Sejak dulu, pulau kecil yang terletak kurang dari satu mil dari Pelabuhan Rakyat Sagulung ini, sudah dikenal sebagai salah satu pulau di gugusan Kepulauan Batam yang sarat catatan sejarah. Hikayat atau legenda yang melingkupi pulau ini juga menarik untuk disimak.

Pasar Pulau Sambu

Inilah sentra dagang utama Pulau Sambu di masa lalu. Orang menamainya dengan sebutan Pasar Sambu. Letaknya persis hanya beberapa puluh depa dari dermaga pelabuhan Pulau Sambu. Di masa jayanya dulu, pasar ini memegang peran vital, sebagai pusat penyedia seluruh kebutuhan warga. Segala kebutuhan tersedia di sini sehingga warga tidak perlu repot-repot ke luar pulau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Rumah Keluarga Alok

Rumah tua ini adalah milik keluarga Alok, salah satu pedagang cukup terkenal di Pulau Sambu. Berdinding tembok, bangunannya terdiri atas dua lantai dan berlokasi tepat di pinggir jalan, sisi ujung Kompleks Pasar Sambu. Rumah ini telah dihuni beberapa generasi dan diyakini memiliki usia tidak kurang dari 70 tahun.

Sekolah Kong Lip Muk di Pulau Buluh

Sekolah Kong Lip Muk yang khusus diperuntukkan bagi warga Tionghoa di Pulau Buluh ini dibangun pada 1937. Bangunannya bertingkat dua, memiliki enam kelas yang setiap ruang diisi 15 hingga 20 siswa. Tenaga pengajarnya berjumlah empat orang yang didatangkan dari Singapura. Sekolah ini bahkan dilengkapi dengan ruang bacaan yang oleh pengelolanya sekaligus dijadikan sebagai tempat penjualan alat-alat tulis.