Saturday, Apr 28th

Last update10:18:18 AM GMT

You are here: Jejak Kantor District Van Batam di Pulau Buluh

Kantor District Van Batam di Pulau Buluh

Dulu, Pulau Buluh dan perairan di sekitarnya adalah sebuah tepian strategis, tempat lalu lintas kapal-kapal dagang dari Singapura ke Pulau Bintan.

Ia adalah sentra dagang yang cukup terkenal di masanya.

Setiap pekan, pulau ini ramai didatangi para penghulu di pulau-pulau sekitar untuk berbagai kepentingan administrasi termasuk membeli kebutuhan sehari-hari. Sebab peran strategisnya itu sejak masa pendudukan Belanda, Pulau Buluh telah ditunjuk sebagai pusat pemerintahan District Van Batam.

Di pulau inilah kemudian dibangun kantor camat pertama yang dikepalai seorang amir. Pada lokasi kantor sudah tidak terlihat lagi wujud aslinya karena telah dipugar beberapa kali. Sekarang dijadikan tempat belajar bagi anak-anak TK Temenggung Abdul Jamal.

Aslinya terdiri dari dua unit bangunan beraksitektur khas Belanda, yang dibangun menggunakan batu bata produksi “Batam Brick Works.” Batu bata bermerek “Batam” itu, sebagian masih bisa dijumpai di antara puing-puing sisa tapak bangunan yang terdapat di bagian belakang kantor.

Bagian bangunan Kantor District Van Batam yang sama sekali tidak mengalami renovasi atau ubahsuai sejak awal dan terlihat masih utuh hingga kini adalah bak penampungan air.

Bak air itu bertinggi dan memiliki diameter masing-masing empat meter, terletak persis di bagian belakang. Sementara pada halaman depannya, telah dibangun lapangan tenis milik Pulau Buluh Tenis Club atau PBTC). Berhampiran dengannya, berdiri sebuah mesjid tua bernama Jami’ Nurul Iman.

Keterangan tetua Pulau Buluh Abdul Hamid bin Muhammad Yusuf (80), amir pertama District Van Batam adalah Amir Raja Ja’far. Sesudahnya berturut-turut Amir Karjono, Amir Samin, Amir Siddiq, Amir Raja Mendalun, Amir Ibrahim dan terakhir Amir Raja Ali.

Pada masa Raja Ali, pusat pemerintahan beralih ke Belakangpadang yang dulunya berada di bawah kepenghuluan Sekilak. Untuk diketahui, Pulau Buluh dulunya membawahi beberapa kepenghuluan di antaranya Pulau Buluh, Pulau Terong, Sekilak (Belakangpadang) hingga kawasan Nongsa. (Edi Sutrisno)