Monday, Apr 16th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Jejak Toko Bahagia Pulau Buluh

Toko Bahagia Pulau Buluh

Di Pulau Buluh, dulu terdapat sebuah komplek perbelanjaan (pasar) bernama Toko Bahagia, milik seorang saudagar kaya bernama Tan Iu Tze yang dibangun pada 1920-an. Pusat perbelanjaan ini hingga kini sebagian gedungnya masih digunakan untuk berjualan aneka kebutuhan sehari-hari.

Namun dibanding tempo dulu, geliatnya jauh berkurang. Padahal, di masa silam, Kompleks Toko Bahagia memegang peranan penting bagi menyuplai hampir semua kebutuhan pokok warga Pulau Buluh dan pulau-pulau di sekitarnya. Di era itu, penghulu masing-masing desa, langsung mengurus kebutuhan pokok warganya dengan mendatangkan barang belanjaan dari Toko Bahagia.

Toko Bahagia sebenarnya terdiri dari dua blok pasar saling berhadapan yang terdiri dari delapan pintu. Bagian belakang toko langsung terhubung dengan pelabuhan bongkar muat masa lalu yang kini hanya terdiri dari beberapa tiang penyangga. Dermaga ini sudah tidak berfungsi lagi meski dulunya merupakan pelantar tersibuk sebagai tempat transit antara Singapura dan Tanjungpinang.

Literatur lisan menyebut, Tan Iu Tse adalah seorang toke yang paling berhasil pada masanya. Usahanya mencakup kayu bakar hingga dapur arang. Ia bahkan memiliki usaha perkebunan karet. Di bawah firma yang dinamainya Wa Heng, ia mengelola ratusan hektar kebun karet, terhampar dari Tanjunguncang hingga Batuaji.

Tan Iu Tze sendiri sebenarnya seorang tau lo (penghulu) yang wilayah kerjanya mencakup Pulau Buluh, Batuaji sampai sekitaran Tanjunguncang. Bahkan, kedudukan Tan Iu Tze tak sekedar tau lo, tapi sudah setingkat perwakilan asisten wedana yang oleh Pemerintah Belanda sering disebut Luid Derchin. Itu maknanya, Tan Iu Tze membawahi seluruh tau lo yang ada di perkampungan Tionghoa di Pulau Batam. (edi sutrisno)