Monday, Apr 16th

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Jejak Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu

Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu

Secara umum, rumah yang berdiri di jalan Cendana 1 ini belum mengalami pemugaran berarti. Kondisinya masih seperti dulu. Kalau pun ada, renovasi hanya dilakukan tambal sulam seperti pengecatan temboknya atau pergantian keramik pada tiang-tiangnya. Pekarangan depan, terhampar taman luas yang ditumbuhi rumput hijau, aneka bunga dan tanaman buah. Sebuah pohon mangga tua berukuran besar berdiri kokoh di sisi depan rumah. Sisi kanannya, terdapat lapangan sepakbola yang dulu kerap jadi ajang pertandingan sepakbola antarpulau bahkan antarnegeri serumpun seperti Singapura dan Malaysia.

Belum diperoleh data pasti siapa arsitek yang merancang gedung RES 29 beserta rumah dinas lainnya yang berada di wilayah Belakang Sambu ini. Tapi yang jelas, dari struktur bangunan, dapat disimpulkan, seluruh gedung itu dibangun oleh perpaduan arsitektur Eropa dan Melayu. Unsur Melayu kental diaplikasikan pada bentuk landasan rumah yang berstruktur panggung, sementara nuansa Eropa sangat terlihat pada rancang dasar gedung keseluruhan, mulai dari pintu, jendela, tiang penyangga hingga atap gedung.

Mengenai waktu persis pembangunannya, hingga kini juga masih jadi pertanyaan banyak orang. Sebagian menyebut, kompleks ini dibangun pada era 1930-an. Ada juga yang mengatakan bahwa pembangunannya dimulai bersamaan dengan proses awal pembukaan Kilang BBM oleh Belanda pada era 1890-an atau awal 1900-an.

Terlepas dari perdebatan tentang itu, secara kasat mata dapat dilihat bahwa kompleks perumahan petinggi Pertamina Sambu ini memanglah dirancang dengan konsep yang matang, memadukan teknologi, seni serta tentu keseimbangan alam. (Edi Sutrisno)