Belum diperoleh data pasti siapa arsitek yang merancang gedung RES 29 beserta rumah dinas lainnya yang berada di wilayah Belakang Sambu ini. Tapi yang jelas, dari struktur bangunan, dapat disimpulkan, seluruh gedung itu dibangun oleh perpaduan arsitektur Eropa dan Melayu. Unsur Melayu kental diaplikasikan pada bentuk landasan rumah yang berstruktur panggung, sementara nuansa Eropa sangat terlihat pada rancang dasar gedung keseluruhan, mulai dari pintu, jendela, tiang penyangga hingga atap gedung.
Mengenai waktu persis pembangunannya, hingga kini juga masih jadi pertanyaan banyak orang. Sebagian menyebut, kompleks ini dibangun pada era 1930-an. Ada juga yang mengatakan bahwa pembangunannya dimulai bersamaan dengan proses awal pembukaan Kilang BBM oleh Belanda pada era 1890-an atau awal 1900-an.
Terlepas dari perdebatan tentang itu, secara kasat mata dapat dilihat bahwa kompleks perumahan petinggi Pertamina Sambu ini memanglah dirancang dengan konsep yang matang, memadukan teknologi, seni serta tentu keseimbangan alam. (Edi Sutrisno)
Newer news items:
- Perumahan Bea dan Cukai Belakang Padang
- SMPN I Belakang Padang
- Kantor Polisi Belakangpadang
- Pos AL Pulau Sambu
- Jalan Tanah dan Kapal Besi
- Perigi Buta
- Tugu Jepang Sembulang
- SD 1 Pulau Sambu
- Rumah Keluarga Alok
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu (4)
Older news items:
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu
- Tangga Seribu
- Wisma I Pulau Sambu
- Kantor Pos Pulau Sambu
- Perumahan Pandu Syahbandar
- Pasar Pulau Sambu
- Kelenteng Tua D042366
- Bukit Bendera
- Makam Keramat Puding
- Perigi Tua Pulau Buluh (2)