Tugu Jepang, begitulah warga Sembulang menyebut monumen berluas 3mx3m ini. Bentuknya sederhana, berupa batu yang di bagian tengah terpasang prasasti berdiameter tak lebih dari 40cmx40cm. Di prasasti inilah, terpampang nama orang-orang yang telah berjasa menjadi donatur pembangunan tugu, berikut nama-nama sejumlah eks tentara Jepang, lengkap dengan foto masing-masing yang seluruhnya berjumlah 21 orang. Semua ditulis dalam aksara Jepang dan Inggris.
Tugu Jepang berdiam di tepi jalan utama Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, persisnya di samping pekarangan rumah H. Amin Bujur, tetua kampung. Berdasar tulisan yang tertera di prasasti, tugu ini dibangun tanggal 23 Agustus 1981. Pembangunannya sendiri diprakarsai oleh Rempang Friendship Association (RFA), sebuah lembaga non profit yang dibentuk oleh warga Jepang, untuk mengenang para tentara Jepang yang pernah menjejakkan kaki di Sembulang.
Seperti diketahui, selama periode 1945 hingga 1946, Sembulang merupakan salah satu titik home base di Sumatera bagi 112.708 tentara Jepang yang tengah menunggu pemulangan ke negerinya pasca Jepang menyerah oleh tentara Sekutu pada tahun 1945. Selama berada di Sembulang ini, tercatat 128 orang di antaranya meninggal dunia. Belum diperoleh data pasti penyebabnya, namun sejumlah tetua kampung menyebut, mereka tewas lantaran terserang penyakit seperti kolera dan malaria. (Edi Sutrisno)
- Masjid At Taqwa Nongsa
- Makam Nong Isa
- Rumah Melayu Limas Potong
- Kantor Imigrasi Klas II Belakangpadang
- Perumahan Bea dan Cukai Belakang Padang
- SMPN I Belakang Padang
- Kantor Polisi Belakangpadang
- Pos AL Pulau Sambu
- Jalan Tanah dan Kapal Besi
- Perigi Buta
- SD 1 Pulau Sambu
- Rumah Keluarga Alok
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu (4)
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu
- Tangga Seribu
- Wisma I Pulau Sambu
- Kantor Pos Pulau Sambu
- Perumahan Pandu Syahbandar
- Pasar Pulau Sambu