Terdapat bekas sebuah bak penampungan air raksasa yang dipenuhi tanaman liar. Bak penampungan air ini merupakan yang pertama sekali ada di Belakang Padang untuk menampung air bersih kiriman dari Singapura via Pulau Sambu yang datang dua minggu sekali.
Tapak-tapak sejarah milik imigrasi Belakang padang yang masih tersisa adalah gardu listrik yang dibangun pada tahun 1951, sebuah ruangan arsip, gudang dan bekas lapangan badminton. Terletak di dataran tinggi yang dengan jenjang sepanjang lebih dari 100 meter.
Berbagai referensi menyebut, Kantor Imigrasi Belakangpadang ini awalnya hanyalah sebuah Pos Imigrasi yang wilayah kerjanya berada di bawah naungan Kantor Imigrasi Tanjungpinang. Keberadaannya saat itu khusus diperuntukkan melayani penyelesaian keimigrasian bagi kapal masuk dan kapal ke luar negeri. Baru pada tahun 1951 Kantor Imigrasi Belakangpadang didirikan dengan menempati kantor seluas 174 m2, dilengkapi sebuah rumah dinas untuk kepala kantor dan delapan buah rumah kopel. Wilayah kerjanya mencakup delapan kecamatan yakni, Kecamatan Batam, Kecamatan Siantan, Kecamatan Jemaja, Kecamatan Midai, Kecamatan Bunguran Barat, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Serasan serta Kecamatan Tembelan.(Edi Sutrisno)
Newer news items:
- Makam Temenggung Abdul Jamal
- Kantor Imigrasi Klas II Belakangpadang
- Makam Bukit Puak
- Masjid At Taqwa Nongsa
- Makam Nong Isa
- Rumah Melayu Limas Potong
Older news items:
- Perumahan Bea dan Cukai Belakang Padang
- SMPN I Belakang Padang
- Kantor Polisi Belakangpadang
- Pos AL Pulau Sambu
- Jalan Tanah dan Kapal Besi
- Perigi Buta
- Tugu Jepang Sembulang
- SD 1 Pulau Sambu
- Rumah Keluarga Alok
- Rumah Petinggi (RES) Pertamina Sambu (4)