Sunday, Sep 23rd

Last update10:00:00 AM GMT

You are here: Jejak Sri Redjeki Soedarsono, Tokoh Perempuan dengan Seabrek Kegiatan Sosial (1)

Sri Redjeki Soedarsono, Tokoh Perempuan dengan Seabrek Kegiatan Sosial (1)

Sri Redjeki Soedarsono boleh dibilang satu dari sedikit tokoh perempuan di Batam yang dikenal karena segudang aktifitasnya di bidang sosial. Namanya begitu terpatri di hati publik. Hampir tak ada yang tak mengenal sepak terjangnya di Batam. Tidak melulu di bidang sosial, tapi juga bahkan di bidang lain seperti kesehatan dan pendidikan yang telah ditekuninya selama puluhan tahun. Sri terlahir sebagai perempuan yang dari tangannya mengalir untaian kasih untuk anak terlantar, orang jompo, korban trafficking, korban bencana hingga penderita HIV.

Ia terlahir dari keluarga yang menjadikannya harus hidup penuh liku. Sang ibu, Ny RA Habibie menjadi janda saat usia 36 tahun. Ibunya harus membesarkan delapan anak yang diantaranya adalah visioner pengembang Batam yang juga mantan Presiden RI BJ Habibie serta JE Habibie yang pernah menjabat Ketua Otorita Batam (OB) pada tahun 1998.

Perempuan kelahiran Pare-Pare, Sulawesi Selatan, 8 Oktober 1938 ini mengaku dididik sang ibu untuk menjadi orang mandiri. Karena kemandirian itulah sang ibu mampu membesarkan anak-anaknya. Kendati diakui, karena kondisi keuangan menyebabkan anak-anak perempuannya tak memiliki kesempatan bersekolah hingga ke perguruan tinggi. Sri sendiri hanya tamat Sekolah Asisten Apoteker (SAA) setingkat SLTA. Namun berkat segudang pengalaman serta pendidikan non formal yang pernah dipelajarinya, Sri tampil menjadi sosok berintelektual tinggi bahkan acap dinobatkan sebagai pembicara dalam berbagai pertemuan tingkat nasional. (Edi Sutrisno)