Rabu10242012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (2)

Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (2)

Share

Oleh pemerintah daerah, Keramat Binjai kini ditetapkan sebagai objek bersejarah dan wisata ziarah dengan membangun tempat yang lebih baik dan permanen serta melengkapinya dengan berbagai fasilitas bagi para peziarah yang datang. Seperti mushalla, tempat untuk beristirahat yang aman dan sejumlah fasilitas lainnya. Sesekali, wisatawan mancanegara seperti dari Singapura dan Malaysia datang berkunjung ke keramat ini. Tidak sedikit juga wisatawan lokal dari Batam, Tanjung Pinang, Pontianak dan Tanjung Balai Karimun atau Jakarta.

Warga sekitar bertutur, sebagian besar para peziarah yang datang memang untuk tujuan membuat nazar atau janji. Jika doanya terkabul mereka biasanya datang lagi dan mengirim doa selamat atau sesaji. Di tempat keramat itu para peziarah berlomba datang lebih dulu untuk memperebutkan air yang ada dalam mangkuk atau cangkir yang berserakan di sana untuk diminum atau dibawa pulang sebagai benda tuah. Datangnya air itu pun kadang misterius dan tidak bisa dijelaskan dari mana asalnya karena disana tidak ada pemukiman warga.

Keramat Binjai bisa ditempuh lewat jalur darat, menggunakan sepeda motor atau mobil. Waktu tempuhnya kira-kira 30 menit dari Kota Ranai. Ada juga fasilitas ojek dan transportasi mobil yang bisa mengantar sampai ke sana dengan ongkos Rp25.000 sampai Rp30.000. Sampai di Pelabuhan Binjai, perjalanan diteruskan dengan perahu motor kira-kira 15 menit, menyeberang melalui anak sungai menuju ke pulau kecil tempat Keramat Binjai berada. Ongkos untuk sebuah kunjungan ke tempat bersejarah ini adalah Rp15.000 per orang sekali jalan. (Edi Sutrisno)

Xin Wen

Beraneka Ragam Marga Tionghoa

Selasa, 16 October 2012
Share

TANJUNGPINANG (HK)- Keberadaan warga Tionghoa di Kota Tanjungpinang sudah s...