
Warga sekitar bertutur, sebagian besar para peziarah yang datang memang untuk tujuan membuat nazar atau janji. Jika doanya terkabul mereka biasanya datang lagi dan mengirim doa selamat atau sesaji. Di tempat keramat itu para peziarah berlomba datang lebih dulu untuk memperebutkan air yang ada dalam mangkuk atau cangkir yang berserakan di sana untuk diminum atau dibawa pulang sebagai benda tuah. Datangnya air itu pun kadang misterius dan tidak bisa dijelaskan dari mana asalnya karena disana tidak ada pemukiman warga.
Keramat Binjai bisa ditempuh lewat jalur darat, menggunakan sepeda motor atau mobil. Waktu tempuhnya kira-kira 30 menit dari Kota Ranai. Ada juga fasilitas ojek dan transportasi mobil yang bisa mengantar sampai ke sana dengan ongkos Rp25.000 sampai Rp30.000. Sampai di Pelabuhan Binjai, perjalanan diteruskan dengan perahu motor kira-kira 15 menit, menyeberang melalui anak sungai menuju ke pulau kecil tempat Keramat Binjai berada. Ongkos untuk sebuah kunjungan ke tempat bersejarah ini adalah Rp15.000 per orang sekali jalan. (Edi Sutrisno)
- Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (1)
- Hikayat Batu Rusia, Natuna (2)
- Hikayat Batu Rusia, Natuna (1)
- Rumah Melayu Limas Potong
- Tangga Seribu
- Benny Horas Panjaitan, Penyambung Lidah Warga Kepri (3)
- Benny Horas Panjaitan, Penyambung Lidah Warga Kepri (2)
- Benny Horas Panjaitan, Penyambung Lidah Warga Kepri (1)
- Soerya Respationo, Birokrat yang Dekat dengan Wong Cilik (3)
- Soerya Respationo, Birokrat yang Dekat dengan Wong Cilik (2)