
Tugu Buak
Jika Anda berada di Kota Tarempa dan melintasi Jalan Hang Tuah, di perempatan jalan, atau tepatnya di depan sebuah pangkalan ojek, Anda bakal temukan sebuah tugu kecil bertinggi 2,5 meter. Di atas tugu itu berdiri sebuah patung seekor burung hantu yang oleh warga sekitar disebut “Tugu Buak.”
Warga sekitar bertutur, tugu ini dibangun sekitar tahun 1950-an sebagai tanda bahwa wilayah Tarempa telah jadi kawasan pencanangan program pemberantasan buta huruf yang dilakukan oleh Pemerintah RI pada masa kepemimpinan Soekarno. Jamak diketahui, sejak dulu Tarempa memang telah jadi pusat kepenghuluan. Sehingga tak heran kalau Pemerintah RI kemudian menjadikan Tarempa sebagai sentra kendali bagi upaya memberantas buta huruf di kawasan Tarempa, Pulau Tujuh dan gugusan kepulauan lain di sekitarnya.
Tugu berkatagori tapak sejarah ini kondisinya masih terjaga baik. Utuh, tidak mengalami kerusakan sedikit pun. Bentuknya sangat sederhana. Tapi karena letaknya di tengah-tengah jalan protokol, tugu ini sangat mudah dikenali oleh setiap orang yang melintasinya. (Edi Sutrisno)
- Pulau Kuku dan Manusia Perahu (2)
- Pulau Kuku dan Manusia Perahu (1)
- Rumah Petinggi Pertamina Sambu
- Mesjid Jamik Baiturrahim Tarempa (3)
- Mesjid Jamik Baiturrahim Tarempa (2)
- Mesjid Jamik Baiturrahim Tarempa (1)
- Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (2)
- Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (1)
- Hikayat Batu Rusia, Natuna (2)
- Hikayat Batu Rusia, Natuna (1)