Sabtu11032012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (3)

Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (3)

Share

Serangan itu kembali diulang pada tanggal 19 Desember 1941 yang diikuti oleh pendaratan pasukan Angkatan Laut Jepang pada tanggal 24 Januari 1942. Akibat serangan gencar ini, banyak penduduk yang terbunuh. Catatan yang ada menyebut, setidaknya ada 300 orang lebih yang tewas, 40 luka-luka dan 150 lainnya, jasadnya tidak bisa dikenali.

Pasca penyerangan ini dan suasana mereda, warga Tarempa yang masih hidup kemudian mengumpulkan mayat-mayat korban pengeboman untuk dimakamkan secara massal dalam satu lokasi. Dulunya, lokasi pemakaman massal itu berada di di sekitaran SDN 002 Siantan. Tetapi sejak tahun 1950-an, dipindahkan ke kawasan yang lebih tinggi yakni di persimpangan jalan, tepat di samping Gereja Katolik Santa Maria Bintang Laut, Kampung Baru.

Tugu peringatan korban bom Tentara Jepang ini terlihat sangat sederhana. Terbuat dari semen setinggi 1 meter dengan tulisan kanji terpahat persis di sisi depannya. Arealnya juga tak lebar, hanya berkisar 6Mx8M. Di atasnya dibangun rumah-rumahan yang disangga oleh empat tiang, separuh kayu, separuh semen. (Edi Sutrisno)