Kamis11152012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Legenda Batu Kapal (2)

Legenda Batu Kapal (2)

Share

Kini, lima ratus meter dari arah utara Batu Kapal itu, terdapat batu raksasa dengan rongga yang lebar di bawahnya. Batu itulah yang kemudian disebut orang dengan batu menangis karena di sanalah tempat ibunya menangis. Hingga kini, warga sekitar masih sering mendengar suara tangisan dari arah batu itu, pada waktu-waktu tertentu. Sedangkan kemudi kapalnya yang hanyut berubah wujud menjadi sebuah pulau yang disebut Pulau Kemudi. Barang lainnya konon hanyut dan terdampar di Pulau Jantai.

Begitulah legenda Batu Kapal yang hingga kini masih banyak dipercayai oleh masyarakat setempat. Tapi terlepas dari itu, Batu Kapal sekarang merupakan objek wisata alam yang mengasyikkan sekaligus menantang. Untuk bisa mendaki ke atasnya dibutuhkan nyali ekstra. Sebab, meski permukaannya datar, batu yang fisiknya mirip kapal raksasa itu posisinya lumayan tinggi dan mendaki.

Itu artinya, batu ini bisa jadi objek pas untuk berbagai aktifitas out bond atau olah raga panjat tebing. Tapi tentu harus menggunakan perlengkapan panjat tebing yang standar karena medan yang harus didaki cukup curam alias memiliki kemiringan tinggi. Batunya sendiri permukaannya sangat keras.

Tidak jauh dari tempat Batu Kapal, sekitar lima puluh meter ke arah pantai, Anda bisa menikmati view yang elok, paduan antara deburan ombak, pasirnya yang putih kecoklatan dengan onggokan-onggokan batu berukuran besar. Nah penasaran dengan legenda serta asyiknya mendaki bebatuannya, sebaiknya Anda datangi saja Batu Kapal ini. Jelajahi utuh dan nikmati kekayaan khazanah alamnya yang indah dan penuh misteri itu segera. (Edi Sutrisno)