Minggu11182012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Benteng Bukit Cening (2)

Benteng Bukit Cening (2)

Share

Menapaktilasi Jejak-jejak Sejarah di Lingga

Sebagian meriam lainnya, ada yang bertuliskan VOC. Ada pula yang bertuliskan tahun 1783. Ukurannya juga beragam, tapi dipercaya merupakan buatan Belanda dan sebagian made in Portugese. Adapun soal penamaannya, ahli sejarah lokal menyebut bahwa di antara meriam-meriam itu ada yang disebut dengan panggilan Meriam Puyuh Putih.

Terlepas dari talian sejarah, yang pasti kalau mengunjungi benteng ini Anda akan dibuat kagum oleh keberadaan meriam-meriam yang hingga kini masih terjaga kelestariannya itu. Hanya memang, beberapa pembenahan masih diperlukan agar situs sejarah ini bisa jadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan, terutama mereka yang hoby heritage tour.

Satu yang paling urgen adalah perbaikan akses masuk. Akan sangat baik bila kiranya pemerintah daerah membangun tangga berundak dari kaki bukit hingga ke puncak, untuk memudahkan para pengunjung mendaki ke atas bukit. Akses jalan raya menuju ke benteng, juga mendesak dibenahi sehingga pengunjung yang bertandang ke sana bisa lebih merasa nyaman ketika melakukan perjalanan ke lokasi benteng.

Pengunjung sendiri, kalau hendak bertolak ke sana, sebaiknya membawa bekal dan makanan yang cukup. Tidak ada kedai atau warung di sekitar area benteng. Pastikan topi bertepi lebar, sun block, kamera, handycam ada dalam listing bawaan. Jangan lupa kenakan baju atau kaos berbahan tipis yang mudah menyerap keringat sebab cuaca di sana cukup terik, terutama ketika Anda berkunjung ke sana saat tengah hari. (Edi Sutrisno)