
Menapaktilasi Jejak-jejak Sejarah di Lingga
Menuju ke Benteng Bukit Cening, Anda bisa menggunakan mobil atau sepeda motor. Dari pusat kota, bisa ditempuh dalam waktu sekitar 20 menit. Jarak sesungguhnya dari kawasan kota ke Bukit Cening hanyalah berkisar lima kilometer saja. Cukup dekat.
Kalau bertolak dari Kota Daik, lajukan kendaraan Anda menuju ke arah Selatan, tepatnya ke Jalan Sultan Abdurahmansyah. Sampai di sana, teruskan perjalanan ke Jalan Istana Robat. Baru ketika menemukan Jalan Panglima Cening yang berpermukaan tanah, berbeloklah dan ikuti jalan itu terus sampai kira-kira tujuh menitan. Sampai di sisi ujung jalan, hentikan kendaraan karena Anda berarti sudah mendekati lokasi Benteng Bukit Cening.
Lepas itu, Anda harus meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki karena jalur menuju ke puncak Bukit Cening cukup curam. Sehingga tidak bisa dilalui kendaraan roda empat. Jalurnya pun masih berupa tanah yang licin ketika hujan. Lumayan melelahkan, tapi sebenarnya tak demikian karena dalam hitungan tujuh menitan, Anda sudah sampai ke lokasi benteng dimaksud. (Edi Sutrisno)
- Benteng Bukit Cening (2)
- Benteng Bukit Cening (1)
- Soedjatmiko, Tangan Dingin di Periode Perintisan
- Legenda Batu Kapal (2)
- Legenda Batu Kapal (1)
- Kepala Naga Bernama Nagoya
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (8)
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (7)
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (6)
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (5)