
Menapaktilasi Jejak-jejak Sejarah di Lingga
Kalau Anda penyuka museum atau menggemari sejarah daerah, mengunjungi Museum Linggam Cahaya adalah pilihan tepat. Dari museum inilah, Anda bakal beroleh informasi aktual tentang perjalanan panjang Kerajaan Lingga, melalui peninggalan benda-benda bersejarah yang masih tersimpan dan terjaga kelestariannya.
Berada di Kampung Damnah, Kota Daik, museum ini dibangun pada bulan Agustus 2002, namun baru difungsikan sejak 11 Desember 2003. Nama “Linggam Cahaya” bermakna suatu wilayah bebatuan yang memancarkan cahaya merah gemerlap jika dilihat dari kejauhan. Sebagai satu-satunya museum di Kabupaten Lingga, koleksinya terbilang lengkap, di mana sebagian besar berasal dari sumbangan warga setempat.
Fisik museum sendiri tidak terlalu besar, tetapi dari jalan raya, terlihat mencolok. Di pintu masuk, pengunjung akan disambut dengan dua meriam yang diletakkan di kiri dan kanan. Ratusan tempayan terbuat dari tanah, berjajar rapi menjadi pagar yang mengimpit jalan masuk ke arah museum. Kira-kira sepuluhan meter dari gerbang masuk itu, Anda harus menaiki tangga kecil berukuran setengah meter untuk menuju ke bangunan utamanya. (Edi Sutrisno)
- Benteng Bukit Cening (3)
- Benteng Bukit Cening (2)
- Benteng Bukit Cening (1)
- Soedjatmiko, Tangan Dingin di Periode Perintisan
- Legenda Batu Kapal (2)
- Legenda Batu Kapal (1)
- Kepala Naga Bernama Nagoya
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (8)
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (7)
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (6)