Jumat11232012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Museum Linggam Cahaya (2)

Museum Linggam Cahaya (2)

Share

Di bangunan utama itulah, Anda bisa melihat ribuan koleksi benda cagar budaya peninggalan Kerajaan Lingga. Benda-benda bernilai tinggi itu, seluruhnya telah dinilai oleh Tim Balai Kajian Sejarah dan Nilai-Nilai Tradisional. Adapun, berdasarkan katagorinya, ada sepuluh jenis benda cagar budaya yang tersimpan di sana. Beberapa di antaranya adalah benda dari bahan kuningan. Yang termasuk dalam katagori ini, umumnya merupakan hasil produksi pada masa Sultan Muhammadsyah (1832-1841), contohnya: paha (tempat meletakkan makanan atau lauk pauk), keto (tempat membuang ludah), tepak sirih, sanggan, sangku (tempat cuci tangan), embat-embat (tempat wewangian) dll.

Lainnya, adalah berbagai senjata untuk membela diri dan berburu, contohnya keris, lembing, sundang, jenawi, badik, kampel, trisula higga toga. Uang kertas dan logam, koleksinya mencakup mata uang kuno yang berlaku di Indonesia dan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan Negara-negara lainnya. Khusus peralatan kerja, Anda bisa lihat berbagai alat kerja tempo dulu seperti parut sagu, mesin getah, ambong asak, daceng (timbangan), penggiling beras, kukur kelapa hingga patel atau alat untuk membuat jongkong.

Gambar para pembesar masa silam juga masih tersimpan baik di museum ini. Beberapa di antaranya adalah gambar Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II (1857-1883) yang dikenal sebagi sultan yang membuka tambang timah di Singkep. Gambar lain, foto Sultan Abdurrahman Mua’zamsyah (1883-1911) serta Yam Tuan Muda Riau X Raja Muhammad Yusuf, suami Tengku Embung Fatimah. (Edi Sutrisno)


Related news items:
Newer news items:
Older news items: