
Kalau punya masa panjang, sempatkan pula melihat dari dekat berbagai alat seni pertukangan kayu seperti bengkeng yang difungsikan untuk menyimpan kain dan baju, dulang untuk menyimpan bunga rampai dan pakaian, termasuk berbagai ragam tepak sirih kayu serta peti lankin. Adapun bagi Anda yang menyukai aneka kain tenun, silakan lihat berbagai koleksi bernilai tinggi semisal kain telepok yang dibuat pada tahun 1700, cindai, mastuli, cekal dan gramsut.
Last but not least, jangan luput melihat dari dekat kerangka Gajah Mina, sejenis satwa laut berkatagori langka. Gajah mina ini ditemukan terdampar mati di Pantai Dungun pada tanggal 13 Januari 2005. Seluruh tulang belulangnya dikumpulkan oleh keluarga Umar Sanen (Pak Cenot) yang kemudian diserahkan ke museum pada Januari 2006. Panjang pangkal ekor hingga ke kepalanya adalah 12,4 meter dan memiliki gading atau taring sepanjang 2,4 meter. (Edi Sutrisno)
- Museum Linggam Cahaya (2)
- Museum Linggam Cahaya (1)
- Benteng Bukit Cening (3)
- Benteng Bukit Cening (2)
- Benteng Bukit Cening (1)
- Soedjatmiko, Tangan Dingin di Periode Perintisan
- Legenda Batu Kapal (2)
- Legenda Batu Kapal (1)
- Kepala Naga Bernama Nagoya
- Heritage Walk: Menyusuri Tugu, Rumah & Makam Tua di Tarempa (8)