
Anda, kalau berkunjung ke sana, bisa mengamati dari dekat meriam ini. Buka saja pintu pagarnya lalu masuklah. Sentuh langsung batang meriamnya yang berwarna hitam pekat itu. Amati juga posisinya yang memang tertancap di tanah, dan hanya menyisakan separuh batangnya. Dan kalau sudah, jangan lupa ambil satu dua jepretan untuk mengabadikan momen kalau Anda benar-benar sudah pernah menginjakkan kaki di meriam aneh bin ajaib itu.
Meriam tegak ini, berada di Desa Batu Berdaun. Kira-kira 70 meter dari Kantor Kepala Desa Batu Berdaun, Kecamatan Singkep. Posisinya, berada tepat di pinggir jalan, di sisi kiri. Dari garis pantai juga tidak jauh, sekitar 50 meter. Kalau mengunjunginya, sekalian saja lanjutkan jalan-jalan Anda ke Pantai Batu Berdaun, yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari situ.
Kalau berada di Dabo dan ingin bertandang ke Meriam Tegak, bertanyalah dan minta petunjuk warga untuk mengunjunginya. Hampir semua warga Dabo pasti tahu sebab meriam itu posisinya memanglah tak jauh dari kota. Satu arah menuju ke Pantai Batu Berdaun, salah satu dari sederet pantai terbaik yang dimiliki Pulau Singkep.
Menuju ke sana bisa memakai sepeda motor atau kendaraan roda empat. Waktu tempuhnya, dengan kecepatan sedang, berkisar 20 menit. Dari tengah kota, carilah Jalan Raja Ali Haji. Ikuti jalan itu dan ketika sampai di pertigaan, berbeloklah kiri, masuk ke Jalan Kampung Boyan. Dari jalan itu terus saja hingga mencapai Jalan Batu Berdaun. Kalau sudah berada di jalan tersebut, tetap lajukan kendaraan, maka dalam hitungan kurang dari empat menit, anda bakal segera sampai ke lokasi yang dituju. (Edi Sutrisno)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (3)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)
- Meriam Tegak Dabo (1)
- Museum Linggam Cahaya (4)
- Museum Linggam Cahaya (3)
- Museum Linggam Cahaya (2)
- Museum Linggam Cahaya (1)
- Benteng Bukit Cening (3)
- Benteng Bukit Cening (2)
- Benteng Bukit Cening (1)
- Soedjatmiko, Tangan Dingin di Periode Perintisan
- Legenda Batu Kapal (2)