
Sejarawan lokal menyebut, ukiran yang ditatah dalam mimbar itu merupakan perpaduan Melayu, Jawa, Arab serta Cina. Warnanya sendiri, didominasi coklat, hijau, merah dan kuning emas. Sementara luas mimbar berkisar 3 meter x 2 meter. Kondisinya, sampai kini masih terlihat baik meski ada beberapa bagian yang warnanya sudah mulai memudar.
Terdapat tiga pintu untuk memasuki mesjid ini. Yang utama, posisinya di tengah sedangkan dua lainnya berada di sisi kanan dan kirinya. Tepat di depan pintu utama, berdiri satu skrin (dinding pembatas) bertinggi kira-kira tiga meter. Terbuat dari kayu, berwarna coklat, sebagian lagi merah dan kuning emas. Tahun pembuatannya, diperkiraan sama dengan pembuatan mimbar, 12 Rabiul Awal 1212 Hijriah. (Edi Sutrisno)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)
- Meriam Tegak Dabo (2)
- Meriam Tegak Dabo (1)
- Museum Linggam Cahaya (4)
- Museum Linggam Cahaya (3)
- Museum Linggam Cahaya (2)
- Museum Linggam Cahaya (1)
- Benteng Bukit Cening (3)