Sabtu12012012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)

Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)

Share

Kalau melongok ke dalam mesjid, Anda akan terkesima dengan struktur bangunannya yang unik. Kubah mesjid ini dibangun tanpa tiang tengah menyangga, sehingga terkesan luas ketika berada di tengah-tengahnya. Penyangganya adalah balok-balok kayu pilihan yang kuat dan berukuran besar. Mimbarnya, seperti juga mimbar Mesjid Penyengat di Tanjungpinang, skrinnya dibuat oleh para pengukir dari kawasan Semarang (Jawa Tengah). Dalam ukiran mimbar bertinggi kira-kira empat meter itu, tertera catatan 12 Rabiul Awal, Senin 1212 Sanah Hijriah Nabi Muhammad SAW (1792 M).

Sejarawan lokal menyebut, ukiran yang ditatah dalam mimbar itu merupakan perpaduan Melayu, Jawa, Arab serta Cina. Warnanya sendiri, didominasi coklat, hijau, merah dan kuning emas. Sementara luas mimbar berkisar 3 meter x 2 meter. Kondisinya, sampai kini masih terlihat baik meski ada beberapa bagian yang warnanya sudah mulai memudar.

Terdapat tiga pintu untuk memasuki mesjid ini. Yang utama, posisinya di tengah sedangkan dua lainnya berada di sisi kanan dan kirinya. Tepat di depan pintu utama, berdiri satu skrin (dinding pembatas) bertinggi kira-kira tiga meter. Terbuat dari kayu, berwarna coklat, sebagian lagi merah dan kuning emas. Tahun pembuatannya, diperkiraan sama dengan pembuatan mimbar, 12 Rabiul Awal 1212 Hijriah. (Edi Sutrisno)