
Kalau mengunjungi pabrik sagu ini, temui Pak Awi, bos yang merupakan keturunan generasi keempat yang mewarisi para pendahulunya. Awalnya, pabrik ini kerap disebut masyarakat setempat dengan sebutan Bangsal Sagu Tiang Seng. Didirikan pertama kali oleh Yo Tiam Hi.
Kini, kondisinya masih nyaris sama dengan ketika pabrik ini dibangun oleh pemiliknya. Kalaupun ada perombakan, sama sekali tidak merubah bangunan aslinya. Luas areal pabrik, kira-kira 3.000M2. Bangunan utamanya terbagi atas dua bagian, satu zona khusus pengolahan sagu, satunya lagi ruang untuk pengeringan.
Tempat pengolahan sagu itu, posisinya berada di bagian belakang. Areanya cukup luas sementara berbagai peralatan wajib untuk pengolahan sagu, tersedia lengkap. Mulai dari bak pengolahan hingga pencucian akhir. Pada jam-jam sibuk, area ini dipenuhi pekerja yang tengah beraktifitas mengolah sagu kotor menjadi sari pati yang siap untuk dikeringkan. (Edi Sutrisno)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (3)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)
- Meriam Tegak Dabo (2)
- Meriam Tegak Dabo (1)
- Museum Linggam Cahaya (4)
- Museum Linggam Cahaya (3)
- Museum Linggam Cahaya (2)