
Dari terowongan inilah, pemanasan bersumber yang lalu menyebar merata ke seluruh permukaan lantai semen tempat pengeringan. Butuh waktu sehari semalam untuk mengeringkan sagu, kalau cuaca sedang normal, kalau tengah musim penghujan, lebih dari itu.
Bila sudah benar-benar kering, baru kemudian sagu dimasukkan ke dalam kantung berkapasitas 30 kilogram. Sagu-sagu siap olah itu lalu dikirim ke luar daerah seperti Jambi, Tanjungpinang hingga Medan. Harga per karung, berkisar Rp120.000,-.
Yang menarik dari pabrik sagu ini selain dari sisi usianya yang sudah tua adalah keberadaannya yang tinggal satu-satunya di Lingga. Sedangkan yang ketiga, teknologinya yang hingga kini masih menggunakan cara-cara yang konvensional. Nah penasaran? Kunjungi saja pabrik ini ketika jalan-jalan ke Kota Daik Lingga. (Edi Sutrisno)
- Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (1)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (3)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)
- Meriam Tegak Dabo (2)
- Meriam Tegak Dabo (1)
- Museum Linggam Cahaya (4)
- Museum Linggam Cahaya (3)