
Sebelum diubahsuai seperti sekarang, pemandian ini dulu tidak berpagar atau diberi tapak siring. Terbentuk alami begitu saja. Kini, Pemerintah setempat melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lingga, telah melakukan pembangunan di sekitar lokasi pemandian. Beberapa di antaranya adalah keberadaan gazebo yang menyebar di sejumlah tempat, terutama di sisi punggung sungai.
Lainnya, di pinggir sungai, dibangun tembok semen bertinggi kurang lebih dua meter, yang di beberapa sudutnya terdapat undak-undakan, jalur menuju ke sungai. Oleh para pengunjung, tempat ini kerap juga dijadikan sebagai tempat duduk-duduk santai sambil bermain air.
Kalau diamati benar, sebutan lubuk yang disandangkan ke tempat pemandian ini sudah tepat adanya. Sebab, di satu titiknya, terdapat area menyerupai lubuk atau cekungan air yang memiliki permukaan cukup dalam. Di tempat itulah, Anda bisa mandi, berendam atau sekedar berbasah-basah-ria. (Edi Sutrisno)
- Pulau Buluh dan Dewi Perindu
- Kelenteng Tua Chin Bu Bio di Seipanas
- Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (2)
- Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (1)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (3)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)
- Meriam Tegak Dabo (2)