
Uniknya, di lubuk ini, yakni di sisi tengah, terdapat gundukan batu yang sepintas mirip sebuah pulau. Kalau Anda mandi, silakan saja naik ke atas pulau kecil itu. Pasti asyik dan kalau sudah berada di sana, mintalah kawan untuk menjepret Anda yang tengah bergaya. Hasilnya, dijamin bagus sebab berlatar bebatuan sungai serta rerimpunan pohon tinggi menjulang yang tumbuh rapat di sepanjang Sungai Tanda.
Kalau sudah mampir ke pemandian ini, jangan lupa untuk sempatkan melihat seekor ular sanca raksasa yang memiliki panjang empat meter. Ular ini sengaja dipelihara pengelola di satu sudut kompleks pemandian. Awalnya, ular itu tidak sendiri tapi ditemani oleh dua ekor lainnya. Tetapi entah bagaimana, dua ekor lainnya lepas, melarikan diri, lari dari kandangnya.
Saat akhir pekan, Pemandian Lubuk Papan ramai dikunjungi orang, selain letaknya dekat dengan kawasan kota, itu karena view di sekitar pemandian juga lumayan oke. Di lokasi ini, kalau tak mau mandi, Anda bisa duduk santai di gazebo-gazebo yang ada. Atau, bisa juga jogging mengelilingi lokasi sekitar pemandian hingga ke kawasan Situs Istana Damnah. (Edi Sutrisno)
- Pemandian Lubuk Papan (1)
- Pulau Buluh dan Dewi Perindu
- Kelenteng Tua Chin Bu Bio di Seipanas
- Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (2)
- Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (1)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (3)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (2)
- Mesjid Jamik Sultan Lingga (1)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (2)
- Kompleks Makam di Bukit Cengkeh Daik (1)