Minggu12092012

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Pemandian Lubuk Papan (2)

Pemandian Lubuk Papan (2)

Share

Air di lubuk ini tergolong bening. Sangat menggoda Anda untuk segera menceburkan diri ketika sudah berada di sana. Batu-batu sungai berwarna coklat, hitam dan keputihan, tersebar di pinggir hingga tengah sungai, gamblang sekali dilihat dari atas. Bahkan karena saking jernihnya, Anda juga bisa dengan jelas menyaksikan kawanan ikan pelang, yang tengah berenang, hilir mudik di sela-sela batu.

Uniknya, di lubuk ini, yakni di sisi tengah, terdapat gundukan batu yang sepintas mirip sebuah pulau. Kalau Anda mandi, silakan saja naik ke atas pulau kecil itu. Pasti asyik dan kalau sudah berada di sana, mintalah kawan untuk menjepret Anda yang tengah bergaya. Hasilnya, dijamin bagus sebab berlatar bebatuan sungai serta rerimpunan pohon tinggi menjulang yang tumbuh rapat di sepanjang Sungai Tanda.

Kalau sudah mampir ke pemandian ini, jangan lupa untuk sempatkan melihat seekor ular sanca raksasa yang memiliki panjang empat meter. Ular ini sengaja dipelihara pengelola di satu sudut kompleks pemandian. Awalnya, ular itu tidak sendiri tapi ditemani oleh dua ekor lainnya. Tetapi entah bagaimana, dua ekor lainnya lepas, melarikan diri, lari dari kandangnya.

Saat akhir pekan, Pemandian Lubuk Papan ramai dikunjungi orang, selain letaknya dekat dengan kawasan kota, itu karena view di sekitar pemandian juga lumayan oke. Di lokasi ini, kalau tak mau mandi, Anda bisa duduk santai di gazebo-gazebo yang ada. Atau, bisa juga jogging mengelilingi lokasi sekitar pemandian hingga ke kawasan Situs Istana Damnah. (Edi Sutrisno)