Jumat10212016

Last update05:00:00 AM

Back Jejak Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (2)

Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (2)

Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (2)

Tak jauh dari situ, kalau berjalan agak ke arah sisi belakang, Anda akan merasakan atmosfir yang berbeda dari sebelumnya. Dari titik inilah agaknya, petualangan menapaktilasi tapak-tapak sejarah yang terendap di pulau ini, dimulai. Persis di belakang salah satu rumah warga, yang posisinya berbatasan antara perumahan warga dengan kaki bukit, Anda akan dapati kompleks pemakaman Temenggung Jamaluddin dan Datuk Kaya Montel. Dua pembesar semasa pemerintahan Kerajaan Lingga itu dimakamkan di tempat ini bersama para keluarga dan keturunannya.

Literatur yang ada menyebut, Daruk Kaya Montel adalah keturunan Megat Kuning yang memiliki hubungan darah dengan para megat yang mendiami Malaka. Oleh pihak Kesultanan Riau Lingga, Datuk Kaya Montel diserahi tugas sebagai penjaga laut. Pada masanya, selain piawai mengawal perairan Lingga, ia juga dikenal sakti, mampu berjalan di atas air dan menarik kapal besar dari atas jongkongnya yang kecil dan terbuat dari kayu, dengan cukin atau kain pembalut pinggang yang dikenakannya.

Lepas menziarahi pemakaman itu, teruskan heritage walk Anda ke arah bukit. Di puncaknya, Anda akan temukan lokasi bekas benteng yang oleh warga setempat disebut sebagai benteng segi empat, benteng segi tiga dan benteng bentuk L. Khusus di lokasi Benteng Segi Empat, terhampar tujuh meriam yang teronggok di bantalan semen. Moncongnya, seluruhnya menghadap ke laut, tepat ke arah Pelabuhan Tanjung Buton. Meriam-meriam itu, sebelum dipindahkan ke atas bukit, sebelumnya tersebar di beberapa titik. Satu di antaranya kini posisinya berada di dekat pintu masuk Perkampungan Mepar. (Edi Sutrisno)

Share