
Kalau Mesjid Buru hanya bisa menampung seratusan jemaah, Mesjid Al Mubaraq yang berukuran 10 m x 20 m ini daya tampungnya lebih dari 500 jemaah. Setelah diperbesar teras dan halamannya, kini bahkan bisa memuat 1.000 jemaah. Sejak awal, mesjid ini memang sengaja dibangun demikian karena posisinya yang berada di tengah-tengah masyarakat yang sudah ramai.
Berbagai literature menyebut, kejayaan Karimun tidak lepas dari peran besar Amir Karimun pertama yaitu Raja Abdullah bin Raja Haji Ahmad atau Engku Haji Tua yang bergelar Raja Abdullah Karimun. Semasa pemerintahannya, Karimun mengalami kemajuan pesat yang mengundang para pendatang dari pelosok negeri, termasuk orang-orang Tionghoa untuk menetap, terlebih ketika dibuka pabrik pengolahan timah oleh Van Den Bosch bernama Monos.
Karena banyaknya pendatang inilah, saat mendirikan Mesjid Meral, Raja Usman Bin Raja Ishak, melakukan perencanaan matang, yakni membangunnya dalam ukuran yang besar. Dengan harapan bisa menampung banyak jemaah, yakni warga Muslim yang berdiam di Meral, Tanjungbalai dan sekitarnya. (Edi Sutrisno)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (3)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (2)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (Bagian Pertama)
- Mesjid Al Mubaraq (Mesjid Meral) (2)
- Mesjid Haji Abdul Ghani (1)
- Makam si Badang (1)
- Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (2)
- Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (1)



