
Di sebelah bangunan mesjid masih tersisa reruntuhan bekas bangunan rumah tembok tempat tinggal Amir Karimun. Dari bentuk fisiknya, dapat dipastikan bahwa bangunan tersebut sudah berusia ratusan tahun. Meski telah berumur, sebagian bangunannya terlihat masih kokoh karena dibangun dengan material pilihan. Sementara di bawah bangunan yang telah runtuh banyak berserak batu bata merah dan serpihan-serpihan genteng keramik pres pabrikan dari Perancis. Pada masanya, bangunan ini agaknya sudah tergolong modern baik dari segi kontruksi, material maupun arsitekturnya.
Letak Mesjid Al Mubaraq, tidak jauh dari pelabuhan dan Pasar Meral. Kira-kira 10 menit dari Tanjung Balai, berdekatan dengan Kantor Bea Cukai Karimun. Angkutan umum atau ojek banyak yang menuju ke sana. Kalau naik angkot Anda cukup membayar Rp3.000,- sementara ojek Rp5.000.
Anda kalau berada di sana tidak perlu khawatir haus atau lapar karena banyak tersedia kedai atau warung di sekitar lokasi mesjid. Masyarakat sekitar juga sangat ramah menyambut setiap pengunjung atau peziarah yang datang berkunjung. Jangan lupa kenakan pakaian rapi dan sopan selama berada di sana. (Edi Sutrisno)



