
Tepat di atas prasasti itu kini, berdiri sebuah bangunan beratap seng yang berfungsi menaungi keberadaan prasasti. Kanan kirinya diberi pagar tralis terbuat dari besi dan dicat warna kuning. Di sebelah ujung, terpampang beberapa foto orang-orang suci Agama Budha. Ada juga sebuah guci kecil tempat pembakaran hio untuk melakukan ritual do’a.
Sepuluh meter dari sana terdapat dua buah situs lain yang sangat mungkin terkait erat dengan prasasti tersebut, berupa jejak tapak kaki sedalam 15 centi di atas batu yang terlihat sangat jelas jika permukaannya diisi air. Panjangnya kurang lebih 50CM dan lebar 25CM. Masyarakat setempat menyebutnya sebagai jejak kaki si Badang, orang sakti yang merupakan hulubalang Kerajaan Riau Lingga yang tempo dulu dikenal piawai menghalau para bajak laut dari Laut Karimun. Makam si Badang sendiri berada di Pulau Buru, memiliki panjangnya 4 meter. Konon, jejak kaki si Badang juga ditemukan berada di daratan Malaysia. (Edi Sutrisno)



