
Keberadaan perigi itu dulunya pasti sangat berguna untuk keperluan minum bagi para awak kapal yang singgah sebelum mereka menemukan sumber air tawar yang lebih besar untuk perbekalan di dalam kapal. Air perigi itu sangat jernih dan segar karena bersumber dari resapan Gunung Jantan yang ada di atasnya. Sayang, sekarang kondisinya kurang terawat, airnya berwarna kemerahan karena banyak tumpukan daun berserak di dalamnya.
Untuk menuju ke lokasi Prasasti Pasir Panjang tidaklah sulit karena sudah tersedia infrastruktur yang memadai berupa jalan raya yang relatif mulus. Jika Anda berangkat dari pusat kota atau Pelabuhan Domestik Tanjungbalai, bisa menggunakan mobil atau sepeda motor. Jaraknya kurang lebih 40kilometer, dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.
Tapi belum ada jasa angkutan umum yang bertrayek khusus menuju ke sana. Jadi Anda harus harus menggunakan jasa ojek yang bertarif Rp50.000 sampai Rp70.000 pulang pergi. Atau bisa juga dengan menyewa mobil. Disarankan untuk membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena tidak tersedia kedai atau warung di sekitar lokasi prasasti. (Edi Sutrisno)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (2)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (1)
- Wisma I Pulau Sambu
- Makam Tengku H Fuang
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (2)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (Bagian Pertama)
- Mesjid Al Mubaraq (Mesjid Meral) (2)
- Mesjid Al Mubaraq (Mesjid Meral) (1)




