
Gedungnya megah, berlantai dua dan memiliki puluhan kamar, lengkap dengan fasilitas-fasilitas laiknya vila. Sepanjang sisi kanan kiri gedung, tumbuh subur rumput hijau, cemara, tanaman buah serta puluhan jenis tanaman bunga. Pavilionnya besar, ruang receptionnya juga terbilang mewah.Di wisma inilah, dulu, Pertamina Sambu menginapkan seluruh tamu-tamunya yang berkunjung.
Di masa keemasannya, gedung ini memanglah hiruk pikuk, setiap waktu, dipenuhi tamu-tamunya. Geliatnya pun makin memuncak seiring dengan perputaran roda aktifitas Pertamina Sambu yang meninggi. Namun, memasuki tahun 1990-an, sinar wisma ini meredup. Pelan tapi pasti, mati suri dan akhirnya tutup operasi hingga kini.
Di beberapa lokasi, komponen bangunan gedung ini mulai rusak. Seperti tangga besi yang dihinggapi karat, jendela serta pintu yang terlihat lapuk, cat-cat di dinding mengelupas hingga langit-langit kamar yang bocor dan terlihat kusam.
Toh begitu, sisa-sisa kejayaan wisma ini tak hilang begitu saja. Meski Pertamina Sambu tak lagi mengoperasikannya sejak tahun ……namun, wisma ini tetap dijaga dan dilestarikan. Itulah mengapa, meski dimakan usia, kondisi gedung masih tergolong utuh. Kerusakan kecil di sana-sini agaknya perlu dimaklumi karena memanglah tidak mudah merawat sekaligus menjaga gedung yang sudah tidak difungsikan lagi. (Edi Sutrisno)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (4)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (3)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (2)
- Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (1)
- Makam Tengku H Fuang
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (3)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (2)
- Prasasti Pasir Panjang Karimun (Bagian Pertama)




