
Sebelum jauh menyusur desa dan kampung penghasil sagu itu, sebaiknya perlu dijabarkan sedikit perihal asal muasal bagaimana sagu bisa sampai di Lingga. Berbagai literatur yang ada mencatat, sagu pertama kali diperkenalkan ke Lingga oleh Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah II (1857-1883). Putra Sulaiman Abdurahman Syah ini, semasa Kesultanan Lingga, memang dikenal sebagai sultan yang sangat memperhatikan perekonomian rakyat. Selain membuka kebun sagu, ia jugalah yang mengembangkan pertambangan timah di Pulau Singkep (Dabo).
Awalnya, sebelum menggalakkan rakyat menanam sagu, sang sultan pernah mencoba rakyatnya untuk bercocok tanam padi. Tapi sayang, hasilnya tidak memuaskan. Karena itulah kemudian sang sultan memutuskan untuk membuka perkebunan sagu agar rakyatnya bisa mendapatkan bahan makanan pokok utama disamping beras. Pertimbangan lain, sagu pada kenyataannya lebih mudah tumbuh subur di LIngga dan perawatannya pun tidak sulit. (Edi Sutrisno)




