Kamis06062013

Last update12:00:00 AM

Back Jejak Basis Lanon Bernama Galang

Basis Lanon Bernama Galang

Menyebut Pulau Galang, orang kerap mengindentikkannya dengan Kamp Eks Pengungsi Vietnam. Tidak berlebihan, sebab selama hampir satu dekade, Pulau Galang jadi base camp ribuan manusia perahu asal Vietnam. Tetapi bila ditelusuri lebih jauh, Pulau Galang ternyata menyimpan catatan sejarah panjang, terutama di era Kerajaan Riau Lingga.

Pada era Kerajaan Melayu itu, Pulau Galang terkenal sebagai pusat gerilya laut atau dalam literatur lokal sering disebut dengan lanon. Puncak keemasan Galang sebagai sentra lanun terjadi pada dekade setelah Kerajaan Riau Lingga takluk oleh Belanda pada tahun 1874. Bersama dengan Karimun, Kundur, Buru serta Moro, Galang sangat dikenal oleh Belanda, Inggris dan Portugis sebagai basis lanon terkuat di Kepulauan Riau.

Gerakan para lanon yang berbasis di sejumlah tempat itu, cukup membuat Pemerintah Belanda dan Inggris gusar. Sebab, dalam aksinya, mereka akan membajak dan merompak kapal-kapal asing yang melintas di perairan Riau. Biasanya, mereka beraksi tiba-tiba dan melakukannya di tempat-tempat yang strategis.

Di Galang sendiri, pada 28 Juni 1873, terjadi pertempuran sengit antara para lanon dengan pasukan Inggris. Sepasukan lanon yang biasa beroperasi di Galang membajak kapal perang Inggris bernama Andromache yang dipimpin oleh Kapten HD Chod. Dengan susah payah, pihak Inggris akhirnya mampu menghancurkan armada lanon itu. Dan setelah digeledah isi kapal, ternyata ditemukan dokumen-dokumen berisi instruksi-instruksi dan rencana penyerangan yang diatur dan ditandatangani oleh seorang pangeran yang bernama Abdulrahman Bin Haji Idris. (Edi Sutrisno)

Share