Jumat09152017

Last update05:00:00 AM

Back Jejak Tangga Seribu di Pulau Sambu

Tangga Seribu di Pulau Sambu

Orang Pulau Sambu menamai tangga berundak ini dengan sebutan Tangga Seribu. Entah bagaimana mereka bisa menyebutnya begitu, padahal kalau dihitung benar-benar, tangga ini keseluruhannya hanya berjumlah 100 anak tangga. Tapi tak jadi soal, toh apalah artinya sebuah nama, yang pasti Tangga Seribu ini sangat terkenal di kota tua ini. Sampai-sampai, orang yang berkunjung ke sini dianggap belum lengkap rasanya kalau tidak menyinggahinya.

Sejatinya, Tangga Seribu dibangun sebagai akses untuk mempermudah warga di kawasan Belakang Sambu kalau hendak ke perkampungan, pasar atau lokasi operasional Pertamina Sambu. Lokasinya tepat di sisi belakang kompleks para petinggi Pertamina. Dibangun menyusur bukit, Tangga Seribu memiliki panjang tangga sekitar dua meter dengan lebar berkisar dua jengkal, sebagian lagi ada yang mencapai hingga enam jengkal.

Tangga-tangga ini terbuat dari semen beton yang ditaburi batu granit yang hingga kini kondisinya masih terlihat kokoh. Di sepanjang sisi kiri tangga, ditumbuhi rumput dan ilalang lebat, termasuk pohon-pohon ukuran besar. Sementara sisi kanan, adalah lokasi operasional Pertamina Sambu yang dipagari besi pembatas setinggi dua meter. Untuk mencapai ujung tangga, diperlukan waktu tidak kurang dari lima belas menit.

Tahun pembuatan tangga ini hingga kini belum diketahui, tapi yang pasti tangga dimaksud sudah dibangun sebelum Kilang BBM ini diambilalih Pertamina. Pada masanya, selain jadi jalan alternatif, tangga ini juga jadi salah satu area bermain favorit bagi anak-anak di Pulau Sambu. “Dulu, di dekat-dekat tangga ini banyak sangat jambu monyet. Kalau lagi senggang, di sinilah kami main-main sambil panjati pohonnya. Cari yang masak lalu dimakan sama-sama,” kenang seorang pegawai Pertamina Sambu yang lahir dan besar di pulau ini. (Edi Sutrisno)



Share