Jumat09152017

Last update05:00:00 AM

Back Jejak Menara Pengawas di Sambu

Menara Pengawas di Sambu

Bukit Bendera berada di titik tertinggi di Pulau Sambu. Di tempat ini dulu dibangun menara pengawas yang hingga kini bekasnya masih ada. Hanya saja, kondisinya sudah berubah drastis seiring berkurangnya aktifitas operasional Pertamina Sambu. Bahkan bisa disebut sudah rusak parah.

Bangunannya sudah nyaris tak berbentuk laiknya sebuah menara pengawas. Dinding-dindingnya, sebagian sudah hancur. Cat-cat yang ada sudah terkelupas hingga yang nampak hanyalah dinding kusam berwarna kehitaman. Atapnya lebih parah karena sudah tak berada di tempatnya. Kanan kiri gedung berlantai dua ini pun sudah dikepung tanaman liar dan rimbun pepohonan.

Tiang bendera yang berada di dekatnya, kondisinya tak jauh beda. Masih menjulang tinggi ke arah langit memang. Tapi tak sekokoh dulu, di sana-sini tiang besinya sudah berkarat. Sementara pemancar radio yang bertinggi tidak kurang dari 60 meter, sekelilingnya ditumbuhi tanaman liar dan dihimpit pepohonan hutan. Konstruksi tiangnya pun sudah mulai berkarat.

Dibangun sekitar tahun 1950-an, Bukit Bendera ini juga seareal dengan tangki penyimpanan air WS 38, satu dari empat tangki air milik Pertamina Sambu. Kondisinya lumayan terawat dan masih difungsikan hingga kini. Di bawah tangki, berjarak dua depa, terdapat bak penampungan air hujan, yang dipersiapkan sebagai sumber air untuk pemadaman api bila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Menurut sejumlah pegawai Pertamina Sambu, bak penampungan ini telah mengalami renovasi beberapa kali. (Edi Sutrisno)

Share