Jumat09152017

Last update05:00:00 AM

Back Jejak

Jejak

Menyusur Tapak Sejarah di Pulau Mepar (1)

Tidak afdol rasanya mengunjungi Lingga tanpa singgah di Pulau Mepar. Terletak persis di hadapan Pelabuhan Tanjung Buton, pulau ini tak hanya cantik tapi juga kaya sejarah. Penduduknya yang ramah, kuat menjaga tradisi adalah bonus tambahan yang bakal Anda dapati kalau menyinggahinya. Jangan lupa, cicipi juga kulinernya khas serta bawa pula aneka ragam kerajinan tangan asli Pulau Mepar sebagai buah tangan.

Pemandian Lubuk Papan (3)

Dulu, siapa pun bisa masuk ke kawasan pemandian ini gratis. Tetapi sejak dibangun fasilitas penunjang, termasuk di dalamnya toilet dan kamar ganti, pemerintah setempat mengenakan retribusi bagi yang hendak berkunjung. Untuk dewasa tiket masuknya Rp3.000,- dan anak-anak Rp1.000,-. Parkir mobil Rp1.000 sedangkan sepeda motor dikenai charge Rp500,-.

Pemandian Lubuk Papan (2)

Air di lubuk ini tergolong bening. Sangat menggoda Anda untuk segera menceburkan diri ketika sudah berada di sana. Batu-batu sungai berwarna coklat, hitam dan keputihan, tersebar di pinggir hingga tengah sungai, gamblang sekali dilihat dari atas. Bahkan karena saking jernihnya, Anda juga bisa dengan jelas menyaksikan kawanan ikan pelang, yang tengah berenang, hilir mudik di sela-sela batu.

Pemandian Lubuk Papan (1)

Pemandian Lubuk Papan ini terletak tak jauh dari Situs Istana Damnah. Konon, pada masa Kesultanan Lingga, pemandian ini digunakan oleh kalangan istana untuk mandi atau berbagai keperluan sehari-hari. Lokasinya, persis berada di salah satu sudut aliran Sungai Tanda.

Pulau Buluh dan Dewi Perindu

Bagi orang-orang lama di Batam, Pulau Buluh bukanlah nama asing. Sejak dulu, pulau kecil yang terletak kurang dari satu mil dari Pelabuhan Rakyat Sagulung ini, sudah dikenal sebagai salah satu pulau di gugusan Kepulauan Batam yang sarat catatan sejarah. Hikayat atau legenda yang melingkupi pulau ini juga menarik untuk disimak.

Kelenteng Tua Chin Bu Bio di Seipanas

Perkampungan Seipanas dari penuturan ‘orang lama’ Tionghoa , merupakan salah satu perkampungan Tionghoa di Batam yang memiliki areal cukup luas mencakup hingga kawasan Batam Center. Seperti juga perkampungan Tionghoa lainnya, perkampungan ini muncul hampir bersamaan dengan terbentuknya komunitas Tionghoa di Duriangkang.

Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (2)

Sementara di bagian depan, terhampar luas satu lokasi berlantai semen berukuran kira-kira 30M x 30M. Itulah yang disebut orang sebagai tempat pengeringan sagu. Bentuknya, tak ubahnya panggung, bertinggi kurang lebih satu meter. Di bagian bawah, yakni di sisi tengah, terdapat satu lubang menyerupai terowongan yang difungsikan sebagai pembakaran kayu.

Pabrik Pengeringan Sagu “Seranggung Jaya” (1)

Dulu, Lingga mempunyai tiga pabrik, berkatagori besar, tempat pengolahan dan pengeringan sagu yang tersebar di sejumlah kawasan. Satu di antaranya yang berada di Kampung Tada bernama “Seranggun Jaya.” Inilah satu-satunya pabrik besar yang tertinggal dan masih memproduksi sagu hingga kini.