Jumat09152017

Last update05:00:00 AM

Back Jejak

Jejak

Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (2)

Oleh pemerintah daerah, Keramat Binjai kini ditetapkan sebagai objek bersejarah dan wisata ziarah dengan membangun tempat yang lebih baik dan permanen serta melengkapinya dengan berbagai fasilitas bagi para peziarah yang datang. Seperti mushalla, tempat untuk beristirahat yang aman dan sejumlah fasilitas lainnya. Sesekali, wisatawan mancanegara seperti dari Singapura dan Malaysia datang berkunjung ke keramat ini. Tidak sedikit juga wisatawan lokal dari Batam, Tanjung Pinang, Pontianak dan Tanjung Balai Karimun atau Jakarta.

Hikayat Datuk Megat dan Keramat Binjai (1)

Keramat Binjai adalah salah satu satu objek wisata bernuansa sejarah yang paling dikenal di Natuna. Disebut Keramat Binjai karena areal pemakaman ini memang berada di daerah Binjai, satu wilayah yang termasuk dalam Kecamatan Bunguran selatan.

Hikayat Batu Rusia, Natuna (2)

Bentuk batunya sendiri mirip seperti buritan kapal tangker yang membelakangi pantai. Sekarang di kelilingi oleh pagar besi bulat stainless antikarat. Diapit oleh batu-batu besar lain yang berbentuk unik, cukup membuat penasaran kita untuk mendekati dan memanjatnya karena di atas batu-batu itu juga ditumbuhi pepohonan liar dengan akarnya yang berjuntaian hingga ke bawah. Sangat artistik dan unik untuk dijadikan objek foto.

Hikayat Batu Rusia, Natuna (1)

Batu Rusia adalah salah satu peninggalan bersejarah yang dimiliki Kabupaten Natuna. Situs ini terletak persis di pinggiran jalan menuju Desa Sepempang, kurang lebih tiga kilo meter dari Kota Ranai. Atau 15 menit jika ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Tepatnya berada di Dusun Beringin Jaya, Desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur.

Rumah Melayu Limas Potong

Rumah panggung Melayu yang diberi nama Limas Potong adalah salah satu asset budaya yang terdapat di Kampung Melayu, Batu Besar. Pada sisi depan rumah Limas Potong ini terdapat balkon yang dihubungkan dengan tangga. Pada sisi atasnya terdapat profil “lebah bergayut” khas Melayu.

Tangga Seribu

Orang Pulau Sambu menamai tangga berundak ini dengan sebutan Tangga Seribu. Entah bagaimana mereka bisa menyebutnya begitu, padahal kalau dihitung benar-benar, tangga ini keseluruhannya hanya berjumlah 100 anak tangga. Tapi tak jadi soal, toh apalah artinya sebuah nama, yang pasti Tangga Seribu ini sangat terkenal di kota tua ini. Sampai-sampai, orang yang berkunjung ke sini dianggap belum lengkap rasanya kalau tidak menyinggahinya.

Benny Horas Panjaitan, Penyambung Lidah Warga Kepri (3)

Sembari konsen di bisnis, Benny dan isterinya mendirikan sejumlah koperasi. Di antaranya adalah koperasi Karya Inti Jaya yang difokuskan untuk pemberdayaan suku laut yang hidup di perairan sekitar Batam dan Koperasi Serba Usaha Lestari Jaya yang ikut memberdayakan warga Patam Lestari. Dua koperasi itu sejak berdiri hingga kini, terbukti telah banyak membantu warga, baik mereka yang berasal dari suku laut maupun warga di sekitaran Patam Lestari.

Benny Horas Panjaitan, Penyambung Lidah Warga Kepri (2)

Benny lahir di Gunung Tua, Tapanuli Selatan pada 27 September 1948. Kata “Horas” yang menjadi middle name-nya mengandung arti luapan kegembiraan dan rasa syukur kedua orang tuanya atas perjuangan tegaknya RI dengan penyerahan kedaulatan oleh Belanda kepada Indonesia, bertepatan dengan hari kelahiran Benny.