Kamis09142017

Last update05:00:00 AM

Back Jejak

Jejak

Basis Lanon Bernama Galang

Menyebut Pulau Galang, orang kerap mengindentikkannya dengan Kamp Eks Pengungsi Vietnam. Tidak berlebihan, sebab selama hampir satu dekade, Pulau Galang jadi base camp ribuan manusia perahu asal Vietnam. Tetapi bila ditelusuri lebih jauh, Pulau Galang ternyata menyimpan catatan sejarah panjang, terutama di era Kerajaan Riau Lingga.

Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (5)

Nah bagaimana, sudah puas melihat pabrik, tanaman sagu dan kawanan monyet? Kalau iya, dan perut sudah terasa lapar, Anda bisa balik menuju ke kota. Tapi, kalau masih ada waktu, singgahi sebentar Desa Nereke, di persimpangan jalan menuju pulang. Desa ini merupakan perkampungan nelayan yang penduduknya mengandalkan hidup dari melaut, tetapi tidak sedikit yang berprofesi sebagai pekebun sagu.

Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (4)

Aktifitas melintasi perkebukan sagu ini jadi makin terasa mengasyikkan ketika di beberapa sudut, Anda bisa melihat dari dekat kawanan monyet yang tengah duduk, bergelayutan di dahan dan daun sagu. Sebagian, bertengger santai di pucuk-pucuk pohon yang berdahan besar dan rindang. Monyet-monyet liar yang tengah mencari makan ini biasanya berada di sana berkelompok, satu gerombolan jumlahnya bisa mencapai hingga belasan ekor.

Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (3)

Di beberapa sudut, terdapat wadah-wadah besar menyerupai perigi yang berfungsi sebagai tempat pengolahan sagu mentah. Berkoneksi dengannya, terpampang satu dua lajur, terbuat dari papan menyerupai talang air yang digunakan sebagai wadah penyaringan sagu kotor. Tak jauh darinya, teronggok potongan-potongan batang sagu yang oleh masyarakat setempat disebut dengan “tual,” mengambang di permukaan sungai. Sebelum diolah, tual-tual itu selalunya direndam terlebih dulu, baru dikupas kulitnya kemudian diparut sebelum dimasukkan dalam bak pengolahan.

Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (2)

Untuk bibitnya, sultan mendatangkan dari Maluku. Sementara pabrik pengolahannya, dibangun di hulu Sungai Daik (Kampung Robat). Hasilnya, selain dikonsumsi rakyat, sebagian dijual ke Singapura, Johor serta Pahang. Sagu-sagu yang siap jadi itu diangkut menggunakan perahu kerajaan yang terkenal namanya seperti Srilanjut, Gempita atau Lelarum.

Menyusur Perkebunan Sagu di Daik (1)

Ingin melihat dari dekat perkebunan sagu, bagaimana sagu dipanen, diolah hingga menjadi produk siap pakai, sembari melongok kehidupan dan perkampungan khas Lingga? Kampong trip melintasi Desa Melukap, Desa Panggak Laut, Kampung Musai, Kampung Pelanduk hingga Desa Nereke berikut ini akan menuntun Anda ke sana.

Wisma I Pulau Sambu

Bangunan ini agak mencolok jika dilihat dari arah mana saja. Soalnya, memang bangunan tersebut berdiri kokoh menghadap ke laut. Ditambah lagi, banguna tersebut tepat berada di atas perbukitan. Jelas kondisi itu menyita perhatian mata bagi siapapun yang melihatnya. Siapa saja yang hendak merapat ke Pulau Sambu, sudah pasti dengan mudah mengenalinya. Itulah Wisma 1, guest house pertama yang dibangun Pertamina di Pulau Sambu.

Makam Tengku H Fuang

Sebuah makam tua yang diyakini telah ada sejak tahun 1200 – an terdapat pada dataran tinggi di Kampung Nongsa Pantai, Kelurahan Sambau, Nongsa. Menemui makam keramat ini, harus melewati jenjang sepanjang lebih kurang 100 meter dikelilingi pepohonan berumur ratusan tahun.