KARIMUN (HK)- Mengejutkan. Sesosok mayat pria diduga korban pembunuhan ditemukan tergelatak di pinggir jalan dekat Simpang Mutiara, Desa Pangke, Kecamatan Meral, Senin (18/12) dinihari sekitar pukul 03.00 WIB. Di tubuh korban yang diketahui bernama Yuhakim (58) itu terdapat banyak luka sayatan senjata tajam. Ini sesuai dengan hasil visum dokter.
Informasi di lapangan, korban pertama kali ditemukan Kasrin (35) dan Joni Iskandar (19). Keduanya saat itu keluar rumah menuju ke Seibati, Kecamatan Tebing untuk mengontrol speed boat. Saat berada di dekat Simpang Mutiara keduanya terkejut karena ada sesosok tubuh manusia tergeletak di pinggir jalan.
Kasus itu pun dilaporkan ke polisi. Selang beberapa menit kemudian polisi tiba di lokasi dan mengevakuasi mayat korban ke Rumah Sakit HM Sani.
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara mengatakan pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. Namun demikian dia menduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.
"Dugaan sementara, dia adalah korban pembunuhan. Dari hasil visum dokter di RSUD HM Sani, terdapat luka di bagian mata, hidung dan mulut korban akibat benda tajam. Saat ini, kami masih mengembangkan kasus ini," ungkap Lulik ketika dihubungi via ponselnya, Senin (18/12) sore.
Kata Lulik, dari hasil visum dokter dijelaskan, pria yang memiliki tinggi sekitar 167 centimeter itu memiliki sejumlah luka dibagian wajahnya. Bola mata bagian kiri pecah, termasuk ke dalam tulang wajah pecah. Luka di bibir kanan mencapai 5 cm, bibir kiri 6 cm. Luka alis kanan 3 cm dengan lebar 1,5 cm dasar tulang.
Kemudian, dasar tulang dari telinga kiri mengeluarkan darah, luka di wajah 10 cm dengan lebar 1,5 cm. Tulang hidung dan rahang atas patah. Korban memiliki ciri-ciri fisik dibagian wajah, seperti rambut ikal dengan panjang 3 cm warna hitam bercampur uban. Korban memiliki kumis warna hitam dan beruban.
Awalnya, ungkap Lulik, mayat yang ditemukan tergeletak di pinggir jalan raya antara Desa Pangke dan Pasirpanjang tersebut adalah korban lakalantas. Namun, setelah Satlantas Polres Karimun melakukan olah TKP, tidak terlihat tanda-tanda kalau korban tewas akibat lakalantas. Begitu keluarnya hasil visum baru diketahui mayat itu korban pembunuhan.
Menurut Lulik, beberapa hari sebelum kejadian, korban memang sempat minum-minum di lokasi arena sabung ayam di Payarengas, Kecamatan Meral atau tak jauh dari lokasi dia ditemukan tewas. Informasinya, selama ini korban memang sering nongkrong di sekitar arena sabung ayam tersebut.
Hingga saat ini polisi telah memeriksa lima orang saksi. Semua saksi itu merupakan rekan korban.
"Sudah ada 5 orang saksi yang kami periksa. Semuanya merupakan teman-teman korban satu kampungnya dari Flores. Kami masih terus mendalami keterangan dari teman-temannya itu. Soal saksi yang ada di TKP belum kami minta keterangan, karena keduanya saat ini masih di lokasi kerja mereka," tutur Lulik.
Ia menyebut, siapa pelaku pembunuhan dan apa motif dibalik kasus pembunuhan itu, pihaknya masih terus menyelidiki kasus tersebut. Polisi terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah rekan-rekan korban termasuk apa saja kegiatan yang dilakukan korban selama beberapa hari terakhir. (ham)
Share





