KARIMUN (HK)- Wacana pembangunan jembatan untuk merangkai (konektivitas) sejumlah pulau di Karimun, mulai dari Pulau Belat, Kundur, Pulau Parit, Papan dan Pulau Lumut akan terus dilanjutkan. Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Karimun berbagi tugas dalam pengerjaan mega proyek tersebut.
"Pembangunan jembatan antar Pulau di Karimun tetap dilanjutkan. Kita sepakat, Pak Rafiq (Bupati Karimun) membangun jembatan yang menghubungkan Pulau Kundur, Belat dan Pulau Papan. Saya melalui Pemprov Kepri membangun jembatan Pulau Parit, Lumut dan Papan," ungkap Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Tanjungbalai Karimun, Sabtu (14/1) malam.
Nurdin Basirun mengatakan, untuk merangkai pulau-pulau di Karimun itu, pihaknya membutuhkan waktu selama tiga tahun. Pengerjaan pembangunan jembatan dan akses jalan konektivitas tersebut sudah mulai dlakukan sejak 2017 lalu. Pembangunan itu tetap berlanjut pada tahun anggaran 2018 ini.
"Dari tahun kemarin kan sudah mulai berjalan. Ini tahun anggaran kedua. Pembangunan jembatan dan jalan di Karimun tidak dikerjakan dengan tahun jamak (multi years) melainkan tiap tahun anggaran. Proyek di Kepri yang menggunakan multi years hanya satu, membangun Water Front City di Tanjungpinang," tutur Nurdin.
Untuk membangun jembatan penghubung pulau di Karimun, Gubernur Nurdin telah memasang patok konektivitas di Kundur Utara itu sebagai titik awal dibangunnya jembatan penghubung antara Pulau Kundur dengan Pulau Belat dengan panjang 650 meter pada April 2016 lalu. Pemasangan patok itu juga dihadiri Bupati Karimun Aunur Rafiq.
Kata Nurdin, konektivitas antar pulau itu dimulai dari pembangunan jalan pesisir timur di Pulau Karimun Besar, kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan dari Pulau Karimun Besar-Pulau Parit dengan panjang 4 kilometer. Di Pulau Parit, dibangun akses jalan sepanjang 2,7 kilometer dengan lebar 25 meter.
"Dari Pulau Parit dibangun lagi jembatan ke Pulau Lumut dengan panjang 270 meter. Di Pulau Lumut dibangun akses jalan sepanjang 1,6 kilometer dengan lebar 25 meter. Antara Pulau Parit-Pulau Lumut dibangun jembatan 195 meter. Akses jalan Pulau Papan sepanjang 6 kilometer dengan lebar 25 meter," ungkapnya.
Kemudian, dari Pulau Papan dibangun jembatan ke Pulau Belat dengan panjang 240 meter. Di Pulau Belat dibangun akses jalan dari Sei Asam ke Sebele dengan panjang 12,8 kilometer dengan lebar 25 meter. Selanjutnya, dibangun jembatan Pulau Belat ke Pulau Kundur dengan panjang 650 meter.
"Untuk memudahkan akses masyarakat di Pulau Kundur, maka di sepanjang pulau tersebut dibangun jalan tanggul Tanjungbatu-Urung dengan panjang 16,5 kilometer dan lebar 30 meter. Dari Pulau Kundur akan dibangun jembatan ke Kabupaten Pelalawan, Riau di daratan Sumatera dengan panjang 15 kilometer," terang Nurdin.
Rangkaian mega proyek itu kemudian dilanjutkan dengan pembangunan jembatan dari Pulau Karimun Besar ke Pulau Karimun Anak dengan panjang 1,1 kilometer dan berakhir dengan pembangunan tunnel (terowongan bawah laut) dari Karimun Anak ke Tanjungpiai, Malaysia dengan panjang 17,5 kilometer.
Nurdin Basirun mengaku optimis pembangunan mega proyek yang akan menghabiskan anggaran ratusan triliun rupiah itu bisa terwujud. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah akan menggandeng pihak swasta, baik di Indonesia maupun yang ada di Malaysia. "Saya yakin proyek konektivitas ini akan terwujud," tuturnya.
Menurut Nurdin, ada beberapa nilai manfaat dari aspek konektivitas antar negara seperti, mempersatukan dan mengintegrasikan kepentingan negara-negara Asia yang melintasi batas-batas teritorial daratan, sungai dan lautan. Dalam isu globalisasi, ditandai dengan meleburnya pasar domestik ke pasar global, atau dikenal dengan era pasar bebas. (ham)
Share




